Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral! Warga Palue Minum Air Batang Pisang, Ini Temuan Pemkab Sikka
Klarifikasi video viral warga Pulau Palue minum dari air batang pisang. (Dok Istimewa)
  • Pemkab Sikka menyatakan video warga Palue menampung air dari batang pisang tidak mencerminkan kondisi saat ini, setelah pemeriksaan kecamatan hingga Desa Tuanggeo.

  • Agnes Noni menjelaskan konten tersebut menggambarkan krisis air pada 1960-an; kini warga tidak lagi mengalami kondisi serupa dan mendapat dukungan pemerintah.

  • Pemerintah menemukan bak penampungan di rumah Agnes masih terisi lebih dari setengah, sementara Palue sebelumnya terdampak gempa yang merusak ratusan rumah di empat desa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemkab Sikka menyatakan video viral yang menggambarkan warga Pulau Palue menampung air dari batang pisang sebagai kondisi saat ini tidak benar.
  • Who?
    Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Agnes Noni, pemerintah Kecamatan Palue, Pemerintah Desa Tuanggeo, serta warga Kampung Tomu terlibat dalam klarifikasi ini.
  • Where?
    Klarifikasi dilakukan terkait Kampung Tomu, Desa Tuanggeo, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan tanggapan melalui pesan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Video yang ditanggapi beredar luas di media sosial.
  • Why?
    Konten dibuat Agnes untuk menggambarkan krisis air yang pernah terjadi pada 1960-an, bukan untuk menunjukkan kondisi air warga saat ini.
  • How?
    Pemkab Sikka memeriksa informasi melalui kecamatan dan Desa Tuanggeo, lalu menerima klarifikasi Agnes. Pemeriksaan menemukan bak penampungan di rumahnya masih berisi air lebih dari setengah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Sikka memeriksa video ibu Agnes di Pulau Palue yang mengambil air dari batang pisang. Ternyata itu contoh cerita zaman dulu, sekitar tahun 1960-an. Sekarang bak air di rumahnya masih ada air. Dulu pulau itu juga kena gempa dan banyak rumah rusak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka menanggapi video seorang warga di Pulau Palue yang menampung air dari batang pisang dan beredar luas di media sosial. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyebut telah memeriksa kebenarannya. Pada kenyataannya, kata dia, konten tersebut tak benar karena warga dimaksud memiliki air yang masih tersedia di bak penampungan.

"Sudah kami pastikan itu tidak benar. Sudah ada video klarifikasi dari ibu yang dalam video viral di Palue," tanggapnya lewat pesan, Kamis (1/10/2026).

Juventus memastikan ini lewat pemeriksaan dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat Desa Tuanggeo tempat konten tersebut dibuat. Ia juga mengirimkan rekaman video klarifikasi dari Agnes Noni, seorang ibu dalam konten yang viral tersebut. Wanita itu menjelaskan dalam bahasa daerah setempat yang kemudian diterjemahkan oleh pemerintah desa.

1. Konten mengenai kekeringan di masa lalu

Video viral warga Pulau Palue minum dari air batang pisang. (Dok Istimewa)

Agnes menyebut konten itu dibuat untuk mencontohkan keadaan di tahun 1960-an saat krisis air melanda. Menurut Agnes, pasca-kemerdekaan Indonesia keadaan di desa belum optimal dan pemerintah masih terus berbenah. Kondisi ini, kata dia, berbeda dengan kebutuhan saat ini yang mulai berubah dan ada perhatian lebih baik tak sama seperti dahulu.

"Untuk sekarang tidak pernah dialami hal seperti itu. Selama masa bencana ini juga ada sumbangsih dari pemerintah," kata Agnes saat diterjemahkan oleh pemerintah desa dalam video tersebut.

Agnes membenarkan pada umumnya di desa tersebut dahulu mereka menyadap air dari batang pisang namun kini menurutnya hal tersebut tak terulang.

2. Masih ada air di bak penampungan

Video viral warga Pulau Palue minum dari air batang pisang. (Dok Istimewa)

Bupati Sikka juga menyebut soal temuan di rumah Agnes. Pemerintah kecamatan menemukan adanya air dalam bak penampungan di rumah wanita tersebut. Pemda Sikka memastikan klaim terkait warga di desa tersebut yang masih meminum air dari batang pisang tidak benar.

"Laporan dari pihak kecamatan, rumah Mama yang dikonten kemarin itu, bak airnya masih baik dan airnya setengah lebih dalam bak," ungkapnya.

Tanggapan Pemkab Sikka ini mengenai beredarnya pemberitaan tentang kondisi Kampung Tomu, Desa Tuanggeo. Kampung itu disebut krisis sumber air tawar serta mengeringnya bak penampungan air hujan yang membuat warga tidak memiliki alternatif lain.

3. Sempat terdampak gempa

Video viral warga Pulau Palue minum dari air batang pisang. (Dok Istimewa)

Dalam beberapa video yang menampilkan Agnes, disampaikan bahwa warga harus menyadap batang pohon pisang agar cairannya bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari meski terasa sepat dan pahit. Biasanya satu batang pohon pisang rata-rata hanya mampu menghasilkan 2 hingga 2,5 liter cairan. Meski terasa sepat dan pahit, warga tetap mengolah dan meminumnya demi bertahan hidup.

Pulau Palue, Sikka, sebelumnya juga terdampak oleh gempa yang memperparah isolasi dan kerentanan infrastruktur di Pulau Palue, Kabupaten Sikka.

Data dari pihak kecamatan menyebut kerusakan di Palue meliputi ratusan hingga ribuan unit rumah rusak. Data awal pemerintah kecamatan mencatat 505 rumah rusak berat, 57 rusak sedang, dan 500 rusak ringan di empat desa terdampak. Setelah verifikasi faktual oleh kementerian, angka rusak berat tahap pertama menjadi 123 unit dan rusak sedang 156 unit.

Curated For You

Editorial Team

Related Article