Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dijanjikan Kerja di Singapura, Warga NTB Malah Dibawa ke Myanmar

Kota Mataram
5 min read
Dijanjikan Kerja di Singapura, Warga NTB Malah Dibawa ke Myanmar
Pekerja migran asal NTB Muhammad Yanuar Fikri (26) yang menjadi korban TPPO di Myanmar. (dok. Istimewa)
  • Muhammad Yanuar Fikri, pekerja migran asal Mataram, diduga menjadi korban TPPO setelah dijanjikan kerja di Singapura tetapi dibawa ke Myanmar; KBRI Yangon telah menghubunginya.
  • Korban meminta Rp70 juta kepada keluarga untuk pulang pada 23 September 2026. Lokasinya teridentifikasi di sekitar Myawaddy–Thin Gan Nyi Naung, wilayah perbatasan Myanmar–Thailand.
  • Disnakertrans NTB, BP3MI, KP2MI, dan KBRI Yangon mengoordinasikan verifikasi serta penjemputan. Proses terkendala keamanan, kewenangan lapangan, dan perjalanan darat sekitar 7–8 jam menuju Yangon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Seorang pekerja migran asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Muhammad Yanuar Fikri (26) menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon telah berhasil menghubungi korban pada 24 September 2026 pukul 11.34 waktu Myanmar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqan menjelaskan perkembangan terbaru per 25 September 2026 pukul 15.10 WITA, lokasi keberadaan Muhamad Yanuar Fikri telah berhasil diidentifikasi di sekitar Asia Road, Myawaddy – Thin Gan Nyi Naung Road, Myawaddy 13051, Myanmar.

"Disnakertrans NTB saat ini terus mengupayakan koordinasi dengan KBRI Yangon untuk memperoleh kepastian langkah penjemputan Muhamad Yanuar Fikri dari lokasi keberadaannya," kata Aidy dikonfirmasi di Mataram, Jumat (25/9/2026).

  1. 1. Kronologi keberangkatan korban ke Myanmar

    IMG-20260415-WA0043.jpg
    Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Aidy menjelaskan kronologi korban berangkat ke Myanmar. Warga Karang Kelok Baru Kelurahan Monjok Baru Kecamatan Selaparang Kota Mataram itu berangkat bekerja ke luar negeri pada 5 September 2026 secara mandiri melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.

    Awalnya, korban dijanjikan bekerja di Singapura, tetapi oleh manajer malah dibawa ke Myanmar. Pada 5 September 2026, korban menelepon orang tuanya dan menginformasikan bahwa dia berada di Myanmar di Distrik Myawaddy - Negara Bagian Kayin Myanmar.

    Selanjutnya, pada 22 September 2026, orang tua korban melaporkan ke Direktorat PPA dan PPO Polda NTB dan BP3MI NTB. Kemudian pada 23 September 2026 pukul 17.00 WITA, korban menelepon orang tuanya meminta dikirimkan uang Rp70 juta supaya bisa dipulangkan ke NTB.

    Kemudian Disnakertrans NTB berkoordinasi dengan BP3MI NTB. Selanjutnya kasus tersebut ditangani Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Pada 24 September 2026 pukul 11.34 waktu Myanmar, kata Aidy, pihak KBRI Yangon telah berhasil terhubung dan berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Muhamad Yanuar Fikri.

    "Berdasarkan komunikasi awal tersebut, diperoleh informasi bahwa yang bersangkutan tiba di Myanmar melalui Bandara Yangon sekitar tanggal 15 September 2026," kata dia.

  2. 2. Penjemputan korban memperhatikan aspek keamanan di Myanmar

    KBRI Yangon Percepat Pemulangan WNI dari Myanmar
    KBRI Yangon Percepat Pemulangan WNI dari Myanmar. (Dok. KBRI Yangon)

    Dia menjelaskan lokasi korban saat ini di Myawaddy Township, Kayin State, berada di bagian tenggara Myanmar dan berdekatan langsung dengan perbatasan Myanmar–Thailand. Kota Myawaddy dipisahkan dari wilayah Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, oleh Sungai Moei/Thaungyin.

    Kawasan tersebut merupakan salah satu koridor perdagangan dan perlintasan utama antara Myanmar dan Thailand. Jalan yang disebut dalam lokasi tersebut merupakan bagian dari koridor Asian Highway/Asia Highway 1 (AH1) yang menghubungkan kawasan Myawaddy menuju Thin Gan Nyi Naung dan selanjutnya ke arah Kawkareik serta wilayah Myanmar bagian barat.

    Thin Gan Nyi Naung berada dalam wilayah Myawaddy Township dan merupakan salah satu titik penting pada jalur tersebut. Secara geografis, kawasan Myawaddy–Thin Gan Nyi Naung bukan merupakan kawasan perkotaan Yangon, melainkan wilayah perbatasan dengan karakter geografis yang berbeda, termasuk kawasan perbukitan dan pegunungan Dawna pada jalur menuju Kawkareik.

    Kondisi geografis dan situasi keamanan di wilayah tersebut menyebabkan mobilitas dari dan menuju lokasi perlu mempertimbangkan jalur yang tersedia, pemeriksaan di lapangan, serta kewenangan berbagai pihak yang menguasai wilayah.

    Kawasan Myawaddy dan wilayah perbatasan sekitarnya juga menjadi perhatian internasional karena terdapat laporan mengenai perdagangan manusia dan pusat operasi penipuan daring (scam centre). Kawasan itu merupakan salah satu wilayah Myanmar yang memiliki aktivitas scam centre dan kasus korban perdagangan manusia.

    "Namun demikian, keberadaan yang bersangkutan di kawasan Myawaddy tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa yang bersangkutan merupakan korban TPPO atau bekerja pada scam centre. Hal tersebut masih memerlukan verifikasi langsung oleh KBRI Yangon dan otoritas terkait," terangnya.

    Dia menambahkan, situasi keamanan di kawasan tersebut juga cukup kompleks. Laporan kajian konflik Myanmar tahun 2026 mencatat adanya penguasaan atau pengaruh berbagai kelompok bersenjata pada sejumlah jalur strategis di Myawaddy Township, termasuk kawasan dari Thin Gan Nyi Naung hingga Shwe Kokko Myaing.

    "Oleh karena itu, proses penjemputan tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa memperhatikan aspek keamanan, akses wilayah, dan koordinasi dengan otoritas/pihak yang memiliki kewenangan di lapangan," jelasnya.

  3. 3. Butuh perjalanan darat hingga 8 jam menuju lokasi korban

    KBRI Yangon Percepat Pemulangan WNI dari Myanmar.
    KBRI Yangon Percepat Pemulangan WNI dari Myanmar. (Dok. KBRI Yangon)

    Aidy mengatakan berdasarkan informasi koordinasi sementara, jarak dari lokasi korban menuju Bandara Internasional Yangon memerlukan perjalanan darat yang cukup panjang, dengan estimasi sekitar 7–8 jam perjalanan. Namun tergantung kondisi jalan, keamanan, pemeriksaan atau checkpoint, rute yang dapat digunakan, serta situasi aktual di lapangan.

    "Dengan demikian, lokasi yang bersangkutan cukup jauh dari pusat pemerintahan dan layanan diplomatik di Yangon. Proses pemindahan menuju Yangon perlu dilakukan secara terencana dan tidak dapat diperlakukan sebagai penjemputan biasa," jelasnya.

    Koridor Myawaddy–Thin Gan Nyi Naung merupakan bagian dari jalur yang secara historis menghubungkan perbatasan Thailand dengan wilayah Myanmar bagian dalam. Jalur tersebut melewati kawasan dengan kondisi geografis yang relatif kompleks dan dalam perkembangan terkini terdapat perubahan penguasaan maupun penggunaan sejumlah jalur akibat dinamika konflik.

    Aidy menambahkan koordinasi diarahkan untuk memastikan kemungkinan dan mekanisme penjemputan langsung menuju titik lokasi sebagaimana koordinat Google Maps yang telah diperoleh, dengan tetap memperhatikan kewenangan KBRI Yangon serta kondisi keamanan wilayah.

    KBRI Yangon diharapkan dapat melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap kondisi yang bersangkutan termasuk kondisi keselamatan dan kesehatan, kebebasan bergerak, pihak yang saat ini bersama atau menguasai yang bersangkutan. Kemudian dokumen perjalanan yang dimiliki, status pekerjaan dan proses keberangkatannya ke Myanmar.

    "Kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, penyekapan, TPPO, atau tindak pidana lainnya serta mekanisme pemindahan yang aman menuju Yangon," kata dia.

    Dia mengatakan Pemprov NTB mendukung langkah perlindungan dan pemulangan yang dilakukan KBRI Yangon serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan tetap menempatkan keselamatan korban dan petugas sebagai pertimbangan utama.

    Mengingat karakteristik wilayah Myawaddy sebagai kawasan perbatasan dan adanya dinamika keamanan serta keberadaan berbagai kelompok yang menguasai sejumlah jalur, setiap upaya penjemputan perlu terlebih dahulu mendapatkan koordinasi dan arahan dari KBRI Yangon agar dapat dilakukan melalui jalur yang aman dan sesuai kewenangan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More