Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Rinjani Reda, Jalur Torean dan Senaru Masih Ditutup

Kota Mataram
3 min read
Karhutla Rinjani Reda, Jalur Torean dan Senaru Masih Ditutup
Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan di kawasan SPTN wilayah I Taman Nasional Gunung Rinjani. (dok. BTNGR)
  • Karhutla di kawasan Torean dan Senaru Gunung Rinjani mulai mereda pada hari kesembilan, dengan total area terdampak mencapai 1.098,75 hektare.
  • BTNGR masih memadamkan bara dan mengasesmen jalur Torean serta Senaru untuk menilai kerusakan lintasan, vegetasi, potensi bahaya, dan kebutuhan perbaikan.
  • Jalur Senaru dan Torean tetap ditutup demi keselamatan; pendaki bere-ticket dapat menjadwal ulang atau dialihkan melalui Sembalun sambil menunggu evaluasi lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Resor Torean dan Senaru, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mulai mereda pada hari kesembilan kebakaran. BTNGR mencatat luas areal kawasan hutan yang terbakar 1.098,75 hektare.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGR Astekita Ardiaristo mengatakan vegetasi yang terbakar berupa hutan cemara gunung, semak belukar, perdu, rumput, savana pegunungan dan dedaunan kering. Meski kabakaran hutan di kawasan Gunung Rinjani sudah mereda, namun jalur pendakian Torean dan Senaru di Lombok Utara masih ditutup sementara.

"Masih dilakukan beberapa upaya pemadaman dikarenakan masih terlihatnya asap dari bara yang masih menyala. Tim melakukan pemadaman sebagai upaya memastikan tidak ada lagi indikator api yang berpeluang menjadi kebakaran," kata Astekita, Kamis (1/10/2026).

  1. 1. Asesmen jalur pendakian Torean dan Senaru

    IMG-20261001-WA0023.jpg
    Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan di kawasan SPTN wilayah I Taman Nasional Gunung Rinjani. (dok. BTNGR)

    Selain pemantauan titik api, kata Astekita, pada Rabu, 30 September, tim asesmen jalur pendakian Torean melakukan pemadaman dan tim asesmen jalur pendakian Senaru masing-masing melakukan penilaian kondisi jalur pendakian pascakebakaran.

    Tim asesmen terdiri berbagi unsur diantaranya personel Manggala Agni BTNGR, personel Manggala Agni Balai Dalkarhut Jabalnusra, personel MPA Sembalun, personel Polsek Bayan, personel Koramil Bayan dan personel Tim SAR Lombok Timur.

    "Asesmen dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan jalur pendakian akibat kebakaran hutan, termasuk kondisi lintasan, vegetasi, potensi bahaya, serta titik-titik jalur yang membutuhkan penanganan atau perbaikan," jelasnya.

  2. 2. Pembukaan jalur pendakian tidak hanya melihat padamnya api

    Perbaikan di Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani. (dok. BTNGR)
    Jalur Pendakian Torean Gunung Rinjani. (dok. BTNGR)

    Astekita menjelaskan hasil asesmen menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan dan pengamanan jalur pendakian. Sehingga setelah seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi, jalur pendakian dapat kembali dilewati secara aman oleh pendaki.

    Dia menegaskan pembukaan kembali jalur pendakian Torean dan Senaru tidak dilakukan hanya berdasarkan padamnya api. Tetapi juga harus mempertimbangkan hasil evaluasi kondisi jalur, stabilitas medan, potensi pohon tumbang, material bekas terbakar serta aspek keselamatan pengunjung lainnya.

  3. 3. Jalur pendakian Torean dan Senaru masih ditutup

    1790255455951.jpg
    Kawasan Bukit Setampol Resor Torean Gunung Rinjani yang terbakar. (IDN Times/Istimewa)

    Astekita menambahkan bahwa jalur pendakian Torean dan Senaru masih ditutup sementara. Hal itu dilakukan untuk untuk menjamin keselamatan pengunjung. Jalur pendakian Senaru ditutup sementara terhitung mulai 26 September 2026 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

    Penutupan ini melengkapi langkah pengamanan yang sebelumnya telah dilakukan pada jalur pendakian Torean. Sehingga untuk sementara jalur pendakian Senaru dan Torean tidak digunakan sebagai jalur masuk maupun keluar aktivitas pendakian hingga terdapat kebijakan lebih lanjut berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan.

    Para pendaki yang telah memiliki e-ticket dapat melakukan penjadwalan ulang (reschedule) atau pengalihan pintu masuk dan keluar melalui jalur pendakian Sembalun. Dia menambahkan, BTNGR memperketat pengamanan dan pengawasan kawasan melalui patroli, pengendalian akses, pemeriksaan barang bawaan yang berpotensi menjadi sumber api serta peningkatan kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More