Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Update Korban Gempa NTT: 20 Meninggal, 6 Luka-Luka dan 2 Tertimbun
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin. (dok. Istimewa)
  • Basarnas mencatat 28 korban gempa NTT hingga pukul 11.30 WIB: 20 meninggal dunia, 6 luka-luka, dan 2 masih tertimbun reruntuhan.
  • Korban tersebar di Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, dan Manggarai; jumlah meninggal terbanyak masing-masing delapan orang di Manggarai Timur dan Manggarai.
  • Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026; Basarnas mengerahkan tim, kapal, dan helikopter, sementara peringatan tsunami telah berakhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyampaikan update perkembangan operasi SAR terhadap korban bencana gempa bumi yang melanda provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Hingga pukul 11.30 WIB, Basarnas menyebutkan total sebanyak 28 korban.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin mengungkapkan bahwa dari total 28 korban, sebanyak 20 orang meninggal dunia, 6 luka-luka dan 2 orang tertimbun reruntuhan bangunan.

"Sampai dengan update terkini yang kami terima di Posko Pusat Basarnas Command Center, kami mendapatkan informasi dari lapangan bahwa sampai dengan pukul 11.30 WIB, jumlah total korban terdampak bencana ada 28 orang. Di antaranya, 20 meninggal dunia, 6 luka-luka, dan dilaporkan 2 orang masih tertimbun di dalam reruntuhan bangunan," sebut Isrodin.

1. Korban tersebar di empat wilayah NTT

Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

Dia menjelaskan bahwa puluhan korban itu tersebar pada empat wilayah di provinsi NTT, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai.

Di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, korban meninggal dunia sebanyak 8 orang dan luka-luka 2 orang. Kemudian di wilayah Kabupaten Sikka, korban meninggal sebanyak 3 orang dan 2 orang luka-luka.

Sementara di Kabupaten Manggarai Barat, 1 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. Sedangkan di wilayah Kabupaten Manggarai, sebanyak 8 orang meninggal dunia dan masih ada 2 orang yang tertimbun reruntuhan bangunan.

2. Kerahkan kekuatan SAR Nasional

Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

Isrodin menambahkan, Basarnas beserta seluruh kekuatan SAR Nasional saat ini sudah merespons kejadian di lokasi bencana. Di antaranya dari Kantor SAR Maumere sudah melaksanakan operasi penyelamatan terhadap masyarakat yang terdampak.

​Kemudian dilakukan perkuatan-perkuatan dari unsur Basarnas, di antaranya dari Pos SAR Labuan Bajo dan dari Unit Siaga SAR Ende, yang juga sudah bergerak menuju ke lokasi terdampak, khususnya di Ruteng dan Mbay.

"Saat ini juga Kapal Negara Puntadewa juga sudah bergerak dari Maumere menuju ke Labuan Mbay untuk melaksanakan asesmen dan juga melaksanakan perbantuan operasi SAR," tambah Isrodin.

Pada pukul 11.16 WIB, Basarnas telah memberangkatkan satu helikopter dari Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan Lanud ATS menuju ke lokasi terdampak. "Saat ini kami masih melaksanakan asesmen manakala nanti dibutuhkan ataupun kebutuhan dalam eskalasi yang lebih besar," tambahnya.

3. Tim Aju Basarnas diberangkatkan ke lokasi terdampak

Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

Saat ini, Basarnas Command Center beserta Basarnas Special Group dipersiapkan untuk memberangkatkan tim aju menggunakan fasilitas dari TNI Angkatan Udara. Mereka akan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan di lapangan dan menyelamatkan jiwa manusia yang terdampak akibat bencana.

​"Selanjutnya, nanti dari hasil asesmen mudah-mudahan kita bisa mendapatkan gambaran secara konkret. Dan saya yakin dalam pelaksanaannya tentu ada dinamika yang berkembang dan ini terus kita update," jelas Isrodin.

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04:58:23 WIB wilayah Flores, NTT diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7,7 pada kedalaman 15 km .

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS; 121,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 Km arah timur laut Nagekeo, NTT. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. BMKG menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang dipicu oleh gempa bumi di wilayah NTT dan berdampak hingga NTB telah dinyatakan berakhir.

Curated For You

Editorial Team

Related Article