Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dampak Gempa NTT: Satu Warga Bima Teluka dan Sejumlah Rumah Rusak

Kota Mataram
Dampak Gempa NTT: Satu Warga Bima Teluka dan Sejumlah Rumah Rusak
(Ilustrasi gempa) Freepik.com
  • Gempa magnitudo 7,7 di Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026 berdampak hingga Bima dan Kota Bima, NTB; seorang warga Desa Sangiang mengalami luka ringan.
  • Kerusakan ringan hingga sedang meliputi empat rumah warga, Kantor Camat Lambitu, gudang Bulog, dan plafon masjid Hotel Mutmainnah; beras di gudang Bulog ikut berjatuhan.
  • BPBD NTB bersama pihak terkait masih melakukan asesmen dan verifikasi lapangan, menyiapkan kebutuhan logistik, serta mengimbau warga menghindari bangunan rusak dan waspada gempa susulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, dampaknya sampai Kota Bima dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB melaporkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan satu warga mengalami luka-luka.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan beberapa rumah warga di Bima dan Kota Bima mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Selain itu, gudang Bulog di Kota Bima dan Kantor Camat Lambitu, Kabupaten Bima mengalami kerusakan ringan.

  1. 1. Rincian kerusakan bangunan di Bima dan Kota Bima akibat gempa NTT

    IMG-20260815-WA0029.jpg
    Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

    Laporan sementara yang diterima BPBD NTB, dampak gempa NTT di Kabupaten Bima, seorang kakek bernama Fajar (60), warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera, mengalami luka ringan yaitu lecet pada bagian kaki. Gempa juga merusak Kantor camat Lambitu yang retak pada bagian dinding.

    BPBD juga mendapatkan laporan beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan. Sebanyak 2 unit rumah warga rusak ringan di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha dan Desa Lambu, Kecamatan Lambu.

    Sedangkan di Kota Bima, gempa menyebabkan kerusakan dua unit rumah warga. Satu rumah rusak sedang di Kelurahan Rabangodu Selatan Kecamatan Raba dan satu rumah rusak ringan di Kelurahan Panggi.

    Kemudian satu gudang Bulog mengalami kerusakan pada bagian dinding, sehingga menyebabkan sejumlah karung beras berjatuhan. Selain itu, masjid Hotel Mutmainnah mengalami kerusakan bagian plafon.

  2. 2. Lakukan asesmen dampak bencana gempa bumi

    IMG-20260815-WA0027.jpg
    Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

    Sadimin menjelaskan BPBD Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima serta stakeholder terkait. Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima melakukan asesmen dampak bencana gempa bumi.

    Pihaknya juga melakukan pemantauan perkembangan dampak kejadian bencana gempa bumi. Kondisi saat ini, masih dalam pemantauan, sementara pendataan dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh kejadian gempa.

    Dia mengatakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat berupa dukungan logistik bagi warga terdampak, terutama kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga.

  3. 3. Masyarakat diimbau tetap tenang dan hindari bangunan rusak

    IMG-20260815-WA0028.jpg
    Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

    Sadimin mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

    Masyarakat juga diimbau mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi. Sebelumnya, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04:58:23 WIB wilayah Flores, NTT diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 7.7 pada kedalaman 15 km .

    Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS; 121,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 Km arah timur laut Nagekeo, NTT. Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. BMKG menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang dipicu oleh gempa bumi di wilayah NTT dan berdampak hingga NTB telah dinyatakan berakhir.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More