Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemprov NTB Kirim Bantuan Darurat untuk Korban Gempa NTT

Kota Mataram
Pemprov NTB Kirim Bantuan Darurat untuk Korban Gempa NTT
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pemprov NTB mengirim tim bantuan darurat ke NTT setelah gempa magnitudo 7,7, dengan keberangkatan ditargetkan esok hari sebagai bentuk solidaritas antarwilayah.
  • Bantuan difokuskan untuk kebutuhan survival pekan pertama, mencakup logistik, obat-obatan, genset, ekskavator, kendaraan operasional, personel lintas instansi, dana BTT, dan beras cadangan.
  • NTB berkoordinasi dengan NTT, Bali, ASDP, serta komunitas warga NTT; tim dipimpin Ahsanul Khalik untuk menangani kerusakan infrastruktur yang dilaporkan mencapai 90 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat merespons bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menginstruksikan pengiriman tim bantuan darurat ke NTT.

Tim bantuan NTB ditargetkan mulai bergerak menuju lokasi bencana pada esok hari. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas antarwilayah dan pengalaman NTB dalam mengelola mitigasi serta penanganan pascabencana gempa bumi 2018 lalu.

"Sebagai tetangga terdekat, kita ingin hadir paling awal. Kami tahu betapa beratnya situasi ini karena NTB juga daerah yang sering terdampak gempa. Kami ingin meyakinkan Gubernur NTT dan masyarakat di sana bahwa they are not alone," kata Iqbal usai rapat bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov NTB, Sabtu (15/8/2026).

  1. 1. Fokus memenuhi kebutuhan korban gempa NTT di masa survival

    IMG-20260815-WA0042.jpg
    Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal usai memimpin rapat untuk menerjunkan tim bantuan menuju NTT, Sabtu (15/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Iqbal menjelaskan sudah berkomunikasi dengan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Gubernur Bali, I Wayan Koster, untuk menyatukan langkah penanganan. Pemprov NTB sendiri mengkonsolidasikan pengiriman bantuan darurat dari sejumlah pihak seperti Otoritas Jasa Keuangan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan BAZNAS NTB, sehingga bantuan yang dikirim terdistribusi secara terstruktur. ​

    Fokus utama Pemprov NTB adalah memenuhi kebutuhan korban gempa NTT di masa survival pada pekan pertama pascabencana. Menurutnya ini adalah fase kritis ketika logistik dari pusat atau daerah yang jauh kerap tertahan oleh kendala jarak dan waktu.

    ​Untuk memastikan pergerakan tim tidak tertahan, Pemprov NTB berkoordinasi langsung dengan pihak PT ASDP Indonesia Ferry Sape Bima. Logistik dan armada bantuan akan ditempuh melalui rute darat menuju Pelabuhan Sape, Bima, sebelum menyeberang menggunakan kapal khusus yang disiapkan ASDP menuju pelabuhan terdekat yang aman di wilayah NTT.

  2. 2. Kirim obat-obatan dan alat berat

    IMG-20260721-WA0089.jpg
    Alat berat yang disiagakan untuk memperbaiki jalan yang rusak di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menjelaskan bahwa Pemprov NTB akan berkolaborasi dengan komunitas warga NTT di NTB untuk mendampingi tim sebagai pemandu medan di lokasi terdampak. Berdasarkan inventarisasi kebutuhan awal dan pengalaman penanganan gempa NTB 2018, bantuan yang dikerahkan tidak hanya sebatas makanan dan obat-obatan, tetapi juga meliputi peralatan teknis penunjang kehidupan dan evakuasi.

    Di antaranya, peralatan teknis dan alat berat seperti genset untuk pasokan listrik darurat, ekskavator untuk pembersihan puing, serta kendaraan operasional mobil double cabin. Selain itu, personel berpengalaman lintas instansi dari BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan NTB yang memiliki rekam jejak penanganan bencana besar.

    Pemprov NTB juga menyiapkan bantuan keuangan dari Belanja Tidak Terduga (BTT) ke Pemprov NTT. Selain itu, bantuan beras yang akan diambilkan dari cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog Bima.

  3. 3. Tumbuhkan solidaritas warga NTB, NTT dan Bali

    IMG-20260815-WA0028.jpg
    Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

    Iqbal menambahkan bahwa tim yang dikirim ke NTT akan dikomandoi Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik. Dia ditunjuk karena dinilai punya pengalaman sebagai Kepala Dinas Sosial dan Kepala Pelaksana BPBD NTB pada saat penanganan gempa NTB 2018. Selain itu juga Kepala Biro Kesra Setda NTB, Amir dan Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin.

    ​Berdasarkan informasi lapangan dari aparat militer di lokasi bencana, kata Iqbal, tingkat kerusakan infrastruktur hingga 90 persen. Sehingga Dia menilai gempa NTT ini telah masuk dalam kriteria bencana skala nasional.

    ​"Kita tidak lagi membedakan warga NTB, NTT, atau Bali. Siapapun yang terdampak di sana adalah target bantuan kita. Rasa solidaritas ini harus terus kita tumbuhkan, karena sebagai daerah yang sama-sama rentan bencana, dukungan dari tetangga terdekat adalah penopang utama," tandasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More