Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ultah ke-70, Mari Pangestu bakal Jalan Kaki 70 Kilometer di Flores

Kota Mataram
2 min read
Ultah ke-70, Mari Pangestu bakal Jalan Kaki 70 Kilometer di Flores
Kedatangan Mari Pangestu dan Rombongan untuk mengikuti Festival Wolobobo 2026 di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Uni Lubis)
  • Mari Pangestu akan merayakan ulang tahun ke-70 dengan berjalan sekitar 70 kilometer dalam Camino de Flores, melintasi Ngada, Nagekeo, hingga Ende pada 23–27 Oktober 2026.
  • Sekitar 70 peserta komunitas karitatif dijadwalkan menempuh rute Bajawa–Boawae–Ende dalam proyek percontohan yang memadukan refleksi spiritual, sejarah, alam, dan interaksi dengan warga lokal.
  • Perjalanan ini juga menggalang dana untuk renovasi rumah sakit, gereja, sarana budaya-pariwisata, serta penyediaan sanitasi dan akses air bersih bagi masyarakat Flores.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ngada, IDN Times - Mari Pangestu menyiapkan perjalanan untuk jalan kaki sekitar 70 kilometer di Flores untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-70 pada Jumat (23/10/2026). Perjalanan melalui Camino de Flores ini akan melintasi Kabupaten Ngada, Nagekeo, hingga Ende, Nusa Tenggara Timur.

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) itu tiba di Bajawa bersama 20-an peserta pada Kamis (22/10/2026). Sebelum memulai perjalanan, Mari membuka Festival Wolobobo 2026 di Art Center Bajawa dan menerima sambutan tarian kolosal dari ratusan penari remaja.

  1. 1. Sekitar 70 peserta dijadwalkan menyusuri rute Bajawa–Ende

    Pembukaan Festival Wolobobo 2026 di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Uni Lubis)
    Pembukaan Festival Wolobobo 2026 di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

    Berdasarkan siaran pers Kementerian Pariwisata tertanggal 13 Oktober 2026, Camino de Flores dijadwalkan berlangsung pada 23–27 Oktober 2026. Sekitar 70 peserta dari komunitas karitatif akan mengikuti perjalanan sejauh kurang lebih 70 kilometer melalui rute Bajawa–Boawae–Ende.

    Kegiatan ini menjadi proyek percontohan Etape Tengah yang disiapkan Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Perjalanannya memadukan refleksi spiritual, sejarah, dan interaksi dengan masyarakat.

    Camino de Flores terinspirasi dari Camino de Santiago de Compostela, rute ziarah di Spanyol. Konsepnya diadaptasi untuk mempertemukan pengalaman berjalan kaki dengan iman, alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal di Flores.

  2. 2. Mari ingin mengenal diri sendiri dan Flores lebih dekat

    Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu membuka Festival Wolobobo 2026 di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tengg
    Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu membuka Festival Wolobobo 2026 di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

    Saat membuka Festival Wolobobo, Mari menyampaikan keinginannya menjadikan perjalanan ini sebagai kesempatan untuk mengenal diri sendiri sekaligus kehidupan masyarakat Flores.

    “Sebuah kesempatan untuk kita mengenal diri sendiri dengan lebih dalam, sekaligus mengenal Flores dengan lebih dekat,” kata Mari.

    Ia ingin bertemu masyarakat, mendengarkan cerita mereka, serta melihat kearifan budaya dan hubungan manusia dengan alam. Berjalan kaki memberinya kesempatan untuk mendatangi tempat-tempat masyarakat menjalani keseharian.

  3. 3. Perjalanan juga memuat kegiatan sosial

    Kemenpar: Camino De Flores, Wisata Jalan Kaki 70 Km Jelajahi Keindahan Flores (IDN Times/Cantika Lutfiah)
    Kemenpar: Camino De Flores, Wisata Jalan Kaki 70 Km Jelajahi Keindahan Flores (IDN Times/Cantika Lutfiah)

    Camino de Flores turut mengintegrasikan kegiatan sosial dan penggalangan kepedulian bagi masyarakat Flores. Hasil penggalangan dana direncanakan untuk mendukung renovasi rumah sakit, gereja, serta sarana budaya dan pariwisata.

    Dukungan juga direncanakan untuk penyediaan fasilitas sanitasi dan akses air bersih. Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi inisiatif Mari bersama tim yang menghadirkan Camino de Flores.

    “Perjalanan ini tidak sekadar menawarkan keindahan alam, tetapi mengintegrasikan spiritualitas, budaya, sejarah, dan keterlibatan masyarakat lokal dalam satu pengalaman yang bermakna,” ujarnya dalam konferensi pers peluncuran di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More