Diinapkan Antre BBM, 6 Motor Warga di Lembata Hangus Dibakar OTK

Polres Lembata menyelidiki pembakaran enam motor oleh OTK di sekitar SPBU Balauring, Omesuri, pada 18 Oktober 2026; para korban telah melapor ke polisi.
Motor-motor milik enam warga ditinggalkan untuk mengantre BBM di tengah kelangkaan Pertalite, dengan sebagian kendaraan sudah berada di lokasi selama beberapa hari.
Sejumlah pemilik baru mengetahui motornya hangus keesokan pagi; salah satu motor ditemukan sekitar 10–20 meter dari SPBU, berbeda dari posisi awalnya.
Kupang, IDN Times — Polres Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah menyelidiki kasus pembakaran enam unit sepeda motor milik warga oleh orang tak dikenal (OTK) di sekitar SPBU Balauring, Desa Balauring, Kecamatan Omesuri.
Kapolres Lembata, AKBP Henman Limbong, melalui Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Tony Abraham, mengatakan peristiwa terjadi pada pada Minggu malam (18/10/2026). Kejadian ini baru diketahui warga dan pemilik kendaraan sehari setelahnya, Senin (19/10/2026).
"Kami masih dalami setelah memeriksa lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban juga sudah melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Lembata," ujarnya.
1. Motor ditinggal di dekat SPBU untuk antre BBM

Kerangka enam motor di Lembata dibakar OTK saat dipakai antre BBM. (Dok Polres Lembata) Motor yang dibakar ini antara lain satu Yamaha Vixion milik Musba Abdulah Paokuma (53), nelayan asal Desa Roma, Kecamatan Omesuri, dan satu unit Honda Win milik Ali Akbar Apenobe (42), warga Desa Leuwayan.
Sementara korban Abdullah Syamsul (44), warga Desa Benihading Dua memiliki dua motor yang dibakar yaitu Suzuki Thunder dan Honda Mega Pro. Begitu pun dengan Zainudin Misbah (34), warga Desa Wailolong yang mempunyai dua unit motor Yamaha Jupiter Z.
"Kendaraan-kendaraan ini ditinggalkan di sekitar SPBU karena pemiliknya mengantre mengisi BBM bahkan sebagian sudah berada di lokasi sejak dari beberapa hari sebelumnya," sebutnya.
2. Korban sudah sering menginapkan motor

Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox) Ali Akbar Apenobe salah seorang korban kepada polisi mengakui telah menginapkan motor Honda Win miliknya sejak Minggu malam tanggal 18 Oktober itu. Ia sudah beberapa kali melakukan ini sejak tanggal 14 Oktober 2026 silam. Ia tak menyangka motornya bakal dibakar OTK.
Ia mengantre BBM di SPBU Balauring dengan cara seperti itu karena BBM langka dan antrean akan mengular jika tak sejak awal menunggu. Beberapa kali ia mendapat BBM jenis Pertalite dan langsung disalinnya ke ke dua jeriken berkapasitas masing-masing lima liter untuk dibawa pulang.
"Lalu motornya ia pakai mengantre lagi di SPBU, sementara ia pulang ke rumahnya di Desa Lebe, Kecamatan Nubatukan," jelas Tony.
Keesokan harinya saat mengantar anak ke sekolah barulah ia diberitahu soal sejumlah motor yang dibakar termasuk miliknya. Setelah memastikan benar motor miliknya telah hangus terbakar maka dibuatnya laporan polisi.
3. Ditemukan kurang lebih 20 meter dari SPBU

Kerangka enam motor di Lembata dibakar OTK saat dipakai antre BBM. (Dok Polres Lembata) Korban lainnya, Zainudin Misbah, juga baru mengetahui kejadian itu pagi setelah kejadian. Pria yang berprofesi sebagai guru ini juga menitipkan motor Yamaha Jupiter Z di bagian depan gerbang SPBU tersebut sejak tanggal 12 Oktober 2026. Ia mengaku motor itu rusak pada baut gir roda dan rencana akan dibawanya pulang.
"Akibatnya ia menggunakan motor jenis yang sama untuk mengantre Pertalite dan aktivitas sehari-hari," tukasnya.
Ia baru menyadari kendaraannya ikut terbakar setelah menerima foto kejadian yang dikirim tetangganya, Masita Kewa. "Motor itu ditemukan sekitar 10–20 meter dari SPBU, berbeda dari posisi awalnya di depan pintu masuk," jelasnya.





















