Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Asap Karhutla Bikin Langit NTT Kabur, BMKG Imbau Pakai Masker

Kota Kupang
3 min read
Asap Karhutla Bikin Langit NTT Kabur, BMKG Imbau Pakai Masker
Langit Kota Kupang diliputi asap karhutla. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • BMKG mendeteksi haze di sejumlah wilayah NTT akibat asap karhutla dari Papua, yang membuat langit kabur dan sinar matahari meredup sejak awal Oktober 2026.

  • Pola angin timur-tenggara serta dua lapisan inversi atmosfer membuat partikulat asap bertahan lebih lama; warga diminta membatasi aktivitas luar ruang dan memakai masker.

  • Pemda Sabu Raijua mengimbau ASN dan warga memakai masker, terutama kelompok rentan; anggota DPR mendesak Kemenhut bertindak setelah asap mengganggu penerbangan Kupang–Kalabahi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap fenomena langit kabur atau haze di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini diduga akibat paparan polutan dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Fenomena ini membuat sinar matahari terlihat meredup, sementara udara tampak seperti diselimuti kabut tipis, baik itu di Kota Kupang, Alor, Lembata hingga dengan Kabupaten Sabu Raijua yang juga wilayah paling selatan Indonesia.

"Ini terpantau melalui citra satelit Himawari-9," jelas BMKG melalui Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

  1. 1. Meluas sejak awal Oktober

    Langit Kota Kupang tampak tertutup kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti kawasan perkotaan.
    Langit Kota Kupang diliputi asap karhutla. (IDN Times/Putra Bali Mula)

    Sebaran partikulat asap yang terlihat dari citra satelit Himawari-9 menunjukkan asap berasal dari karhutla di Papua dan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi udara di wilayah di Kupang hingga Sabu Raijua.

    Pergerakan partikulat asap ini juga dipengaruhi oleh pola angin dominan dari timur-tenggara menuju barat laut-utara sehingga menjangkau Pulau Timor hingga pulau lainnya di NTT.

    Sejak 8 Oktober 2026 lalu BMKG juga menemukan dua lapisan atmosfer stabil atau inversi subsidensi, masing-masing pada ketinggian sekitar 2,8 kilometer dan 3,9 kilometer. Keadaan ini membuat asap dan partikel di lapisan bawah dapat bertahan lebih lama karena sulit bergerak naik.

    "Masyarakat diimbau membatasi aktivitas luar ruangan jika udara semakin buruk, menggunakan masker saat harus keluar rumah, serta menghindari pembakaran sampah maupun lahan," ungkapnya.

    Saat ini berdasarkan laporan masyarakat fenomena haze akibat asap ini menjangkau Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Malaka, Belu, Lembata, hingga Sabu Raijua dan Rote.

  2. 2. Pemda Sabu Raijua imbau ASN dan warga pakai masker

    Septenius M. Bule, Sekda Kabupaten Sabu Raijua, mengarahkan warga dan ASN agar menggunakan masker.
    Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Septenius M. Bule Logo arahkan warga dan ASN gunakan masker. (Dok Prokopim Sabu Raijua)

    Sekretaris Daerah Kabupaten Sabu Raijua, Septenius M. Bule Logo, juga telah mengumumkan secara tegas ke seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mengenakan masker saat berada di luar ruangan.

    Ia juga menegaskan agar masyarakat yang beraktivitas di luar rumah menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap yang dapat mengganggu kesehatan.

    "Juga kita yang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara yang terdampak asap," tukasnya.

    Pihaknya juga menyoroti kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan gangguan pernapasan, yang perlu mendapat perhatian khusus selama kondisi udara kabur berlangsung.

  3. 3. Menhut Raja Juli disentil anggota DPR RI

    Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan NTT II juga menyoroti asap karhutla yang kian meluas. Ia mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang dipimpin Raja Juli Antoni segera mengambil langkah konkret karena dampaknya pada penerbangan. Ia menyebut ada penerbangan Kupang - Kalabahi yang sampai gagal mendarat

    "Ini mengganggu penerbangan, salah satunya rute Kupang–Kalabahi di Kabupaten Alor karena kabut asap," kata dia.

    Ia menyebut mobilitas masyarakat dengan transportasi udara jangan sampai terganggu apalagi ini sangat diperlukan untuk menghubungkan wilayah-wilayah di NTT.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More