Mari Pangestu Buka Festival Wolobobo 2026 di Bajawa Art Center NTT

Mari Elka Pangestu membuka Festival Wolobobo 2026 di Bajawa, Ngada, bertema harmoni alam, budaya, dan kreativitas untuk mendukung ekonomi lokal.
Kedatangan Mari bersama peserta Camino de Flores disambut tarian kolosal dan tenun Bajawa, sekaligus mempertemukan mereka dengan tradisi serta produk lokal.
Festival menampilkan kopi, tenun, dan karya bambu; pemerintah daerah menekankan manfaat nyata bagi warga melalui pengembangan produk bernilai tambah dan perluasan pasar.
Ngada, IDN Times - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu membuka Festival Wolobobo 2026 di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/10/2026). Festival yang memasuki penyelenggaraan keenam ini mengusung tema “Harmoni Alam Budaya dan Kreativitas Ngada Mendukung Ekonomi Lokal”.
Mari Pangestu datang ke Bajawa untuk memulai Camino de Flores, perjalanan jalan kaki melintasi Ngada, Nagekeo, hingga Ende. Kehadirannya pada pembukaan festival mempertemukan peserta perjalanan dengan produk lokal dan tradisi masyarakat Ngada.
1. Disambut tari kolosal

Pembukaan Festival Wolobobo 2026 di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Uni Lubis) Mari tiba bersama puluhan peserta Camino de Flores. Ratusan penari remaja mengenakan busana adat Ngada menyambut kedatangannya melalui tarian kolosal.
Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu bersama jajaran pimpinan daerah menyambut Mari di gerbang Art Center, di tengah Kota Bajawa. Mari kemudian mengenakan pakaian tenun Bajawa yang disiapkan tuan rumah.
Dalam sambutannya, Mari mengapresiasi kehangatan masyarakat sejak penyambutan. Ia menilai interaksi dengan warga menjadi bagian penting dari pengalaman berwisata.
2. Kopi, tenun, dan karya bambu menjadi produk unggulan

ilustrasi kopi (pexels.com/Pranjall Kumar) Sejumlah stan di lokasi festival menampilkan produk unggulan Bajawa, mulai dari kopi, tenun, hingga karya berbahan bambu. Produk-produk ini menjadi bagian dari potensi daerah yang diperkenalkan melalui festival.
“Kekayaan alam, budaya, kreativitas dan kehangatan masyarakat di sini, yang kita rasakan sejak penerimaan tadi adalah bagian dari kekayaan pariwisata yang sangat bisa mengembangkan ekonomi lokal, persis seperti yang diharapkan masyarakat di sini,” kata Mari.
Menurut Mari, kekayaan pariwisata seperti ini juga dapat dikembangkan untuk kawasan Indonesia Timur. Kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat menjadi bagian dari daya tarik yang bisa diperkenalkan kepada pengunjung.
3. Festival bermanfaat bagi masyarakat

Kedatangan Mari Pangestu dan Rombongan untuk mengikuti Festival Wolobobo 2026 di Art Center Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Uni Lubis) Bernadinus mengatakan Festival Wolobobo harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya festival untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengembangkan produk lokal, dan memperkenalkan potensi Ngada ke pasar yang lebih luas.
“Festival ini harus menjadi bagian bersama, masyarakat tidak hanya menjadi penonton,” kata Bernadinus.
Ia juga mendorong agar pengembangan produk lokal terus berlanjut setelah pameran. Produk-produk Ngada diharapkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, seiring dengan pengenalan potensi budaya serta pariwisata daerah.


















