Kupang, IDN Times - Di tengah hiruk-pikuk jalan utama, megahnya gedung-gedung bertingkat, serta riuhnya aktivitas formal di pusat Kota Kupang, tersimpan sudut-sudut sunyi yang jarang tersorot. Ada wajah-wajah penuh peluh dan suara-suara yang kerap diabaikan. Mereka yang menggantungkan hidup di sektor informal serta terus berjuang di garis pinggiran kota.
Kisah-kisah terpinggirkan inilah yang hendak dihidupkan kembali dalam Pameran Arsip Publik MEREKAM KOTA 2026. Mengusung tema "pinggir piring: Tubuh, Kerja dan Migrasi Pinggir-Pusat", perhelatan dua tahunan besotan komunitas SkolMus (Multimedia untuk Semua) ini mengajak publik menyelami potret dinamika tubuh, kerja, dan migrasi masyarakat pesisir maupun pinggiran.
Ruang perjumpaan dan refleksi budaya ini dijadwalkan berlangsung pada 3–17 Oktober 2026 di de Museum Cafe JKK. Melalui narasi visual dan arsip publik yang dihadirkan, pengunjung diajak menembus batas-batas kota untuk melihat Kota Kupang bukan sekadar dari gemerlap pusatnya, melainkan dari denyut kehidupan mereka yang berjuang di tepiannya.
