- ​Kota Mataram - IPM 83,06 masuk kategori sangat tinggi, dengan kenaikan 0,69 poin.
- ​Kota Bima - IPM 80,28 masuk kategori sangat tinggi, dengan kenaikan 0,87 poin.
- ​Kabupaten Sumbawa Barat - IPM 77,28 masuk kategori tinggi, dengan kenaikan 0,82 poin.
- ​Kabupaten Dompu - IPM 74,52 masuk kategori tinggi, dengan kenaikan 0,94 poin.
- ​Kabupaten Lombok Barat - IPM 74,47 masuk kategori tinggi, dengan kenaikan 0,95 poin.
- ​Kabupaten Sumbawa - IPM 73,89 masuk kategori tinggi, naik dengan kenaikan 0,62 poin.
- ​Kabupaten Lombok Timur - IPM 73,02 masuk kategori tinggi, dengan kenaikan 0,67 poin.
- ​Kabupaten Lombok Tengah - IPM 72,86 masuk kategori tinggi, dengan kenaikan 0,79 poin.
- ​Kabupaten Bima - IPM 72,85 masuk kategori tinggi, dengan kenaikan 0,88 poin.
- ​Kabupaten Lombok Utara - IPM 70,26 masuk kategori tinggi, dengan kenaikan 0,63 poin.
BPS Rilis IPM NTB 2026: Kota Mataram Tertinggi, Lombok Utara Terendah

- IPM NTB 2026 mencapai 74,73, naik 0,76 poin atau 1,03 persen dari 2025, dan masuk kategori tinggi.
- Kenaikan IPM ditopang perbaikan kesehatan, pendidikan, serta standar hidup; harapan hidup mencapai 72,81 tahun, rata-rata lama sekolah 8,51 tahun, dan pengeluaran riil meningkat 2,9 persen.
- Kota Mataram mencatat IPM tertinggi 83,06, sementara Lombok Utara terendah 70,26; pertumbuhan IPM tercepat terjadi di Lombok Barat sebesar 1,29 persen.
Mataram, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB terbaru tahun 2026. IPM NTB 2026 mencapai 74,73 dan termasuk dalam kategori tinggi, yaitu dalam rentang 70-80.
Kepala BPS NTB Wahyudin menjelaskan IPM NTB 2026 meningkat sebesar 0,76 poin atau tumbuh 1,03 persen dibandingkan tahun 2025. Dari 10 kabupaten/kota di NTB, Kota Mataram merupakan daerah dengan IPM tertinggi, sedangkan terendah adalah Lombok Utara.
"Peningkatan IPM Provinsi NTB 2026 didukung oleh kebijakan pemerintah pada dimensi kesehatan atau umur panjang, pendidikan dan standar hidup layak," kata Wahyudin di Mataram, Jumat (6/11/2026).
1. Faktor yang menyebabkan peningkatan IPM NTB 2026

Ilustrasi pelajar SMA di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir) Wahyudin menyebutkan sejumlah faktor yang menyebabkan peningkatan IPM NTB 2026. Pertama, peningkatan dimensi kesehatan yang didukung oleh beberapa program. Salah satunya pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh kelompok umur yang menargetkan 2,66 juta jiwa atau 46 persen penduduk NTB pada 2026. Dengan capaian per Oktober 2026 sebanyak 2,2 juta jiwa atau 39,79 persen, sekaligus melampaui rata-rata nasional sebesar 38,90 persen.
Kedua, dimensi pendidikan juga mengalami perbaikan yang tercermin dari jumlah anak putus sekolah di NTB pada tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 8,26 persen jika dibandingkan dengan posisi tahun 2025.
Ketiga, dimensi ekonomi atau standar hidup layak mengalami perbaikan seiring dengan semakin membaiknya perekonomian di NTB serta tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang semakin menurun di tahun 2026.
2. Bayi yang lahir tahun 2026 memiliki harapan hidup hingga 72,81 tahun

Ilustrasi pelajar di Kota Mataram sedang berolahraga. (IDN Times/Muhammad Nasir) Wahyudin menjelaskan, IPM NTB 2026 mencapai 74,73, meningkat 0,76 poin atau 1,03 persen dibandingkan tahun 2025, yakni 73,97. Selama 2022–2026, IPM NTB rata-rata meningkat sebesar 1,07 persen per tahun. IPM NTB 2026 mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya, terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, kata dia, bayi yang lahir pada tahun 2026 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 72,81 tahun. Angkanya meningkat 0,21 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.
Kemudian pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk NTB umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya dari 13,99 menjadi 14 tahun. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk NTB umur 25 tahun ke atas meningkat 0,30 tahun, dari 8,21 tahun menjadi 8,51 tahun pada tahun 2026.
Sementara, dimensi standar hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan, meningkat Rp346 ribu atau 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kabupaten/Kota dengan nilai IPM tertinggi diraih oleh Kota Mataram, sebaliknya yang terendah adalah Kabupaten Lombok Utara," sebutnya.
Sementara itu, kata Wahyudin, pertumbuhan IPM tertinggi di NTB dicapai oleh Kabupaten Lombok Barat dengan angka 1,29 persen. Sedangkan laju pertumbuhan terendah tercatat di Kota Mataram sebesar 0,84 persen.
3. Daftar kabupaten/kota di NTB dengan capaian IPM tertinggi hingga terendah

Kepala BPS NTB Wahyudin. (IDN Times/Muhammad Nasir) Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPS, capaian IPM 10 Pemda kabupaten/kota di wilayah NTB pada 2026, sebagai berikut:




















