NTT One Piece, Pegawai MBG dan Mitra BGN Kupang Lakukan Aksi Bela Prabowo

Ratusan anggota komunitas NTT One Piece menggelar aksi damai Ayo Bersatu Jaga Republik di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang, untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto.
Yosef Asafa, mitra Badan Gizi Nasional, mengajak massa mengawal program pro-rakyat; pekerja MBG turut menyampaikan bahwa program tersebut membantu ekonomi keluarga dan pendidikan anak.
Massa mendeklarasikan sembilan komitmen, termasuk menjaga NKRI, ekonomi kerakyatan, keadilan sosial, pemerintahan bersih, demokrasi, hukum, pembangunan NTT, serta perdamaian dan solidaritas kemanusiaan.
Kupang, IDN Times — Ratusan massa yang tergabung dalam komunitas NTT One Piece melakukan aksi membela pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan tajuk Ayo Bersatu Jaga Republik.
Kegiatan ini berlangsung di Jalan El Tari, tepatnya di depan Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (7/11/2026). Massa yang datang mengenakan kaus putih bergambar logo Bajak Laut Topi Jerami dari anime One Piece.
Aksi itu dilakukan secara damai yang mana pengunjung menempati kursi yang telah disediakan di jalan umum yang ditutup untuk kegiatan tersebut. Para peserta juga mengisi absen dan mendapat kotak makan.
Dalam kesempatan itu, beberapa pegawai dan pegiat di dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) memberi testimoni mereka terkait manfaat dari program Prabowo.
1. Didukung mitra BGN

Aksi massa di Kupang bela pemerintahan Prabowo. (IDN Times/Putra F.D. Bali Mula) Penanggung Jawab Gerakan NTT One Piece, Yosef Asafa, mengajak massa yang hadir saat itu untuk mengawal pemerintah Prabowo Subianto.
"Kita bersatu menjaga pemerintahan ini tetap kuat, menjaga program-program pro rakyat agar terus maju mensejahterakan rakyat," ungkapnya.
Yosef sendiri memiliki Yayasan Andefa Abdi Rakyat selaku mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyebut kegiatan ini diinisiasi anak-anak muda yang mendukung pemerintah Prabowo Subianto.
Menurut Yosef, persatuan nasional harus dijaga di tengah perbedaan dan dinamika politik apalagi di tengah ancaman mulai dari ketimpangan sosial-ekonomi, kemiskinan, korupsi, konsentrasi kekuatan ekonomi, ketergantungan teknologi, hingga ancaman lingkungan dan perubahan geopolitik dunia.
"Untuk itu, kita memastikan pemerintah ini berjalan dengan dukungan penuh dan persatuan dari kita," tukasnya.
2. Testimoni dari pegawai MBG

Aksi massa di Kupang bela pemerintahan Prabowo. (IDN Times/Putra F.D. Bali Mula) Kemudian Silvester Nabunome, selaku pegawai SPPG Oetalu Yayasan Abdi Mulia Penfui Timur, memberikan testimoninya soal dampak Program MBG pada keluarganya. Ia mengaku sebelum ada program ini ia tidak bisa menyekolahkan anaknya. Namun begitu ia menjadi bagian dari mitra BGN, ekonomi keluarganya pun membaik. Pelaksanaan MBG ini, kata dia, bisa membantu ekonomi keluarganya
"Kami sangat merasakan betul-betul dan sangat senang sekali. Anak-anak kami sanggup senang dan di sekolah mereka semangat di sekolah karena MBG. Kami sangat bersyukur dengan adanya MBG saya bisa sekolahkan anak-anak. Anak-anak saya hampir tidak sekolah tapi karena datang MBG ini mereka bisa sekolah," tukasnya.
Desy Maikari dari SPPG Fatufeto juga menyampaikan hal yang sama. Ia mengungkapkan ada perubahan ekonomi keluarga setelah direkrut menjadi salah satu pekerja MBG.
"Dampak dari program Bapak Prabowo ini sangat terasa," tukasnya.
3. Nyatakan deklarasi dukungan pada Prabowo

Aksi massa di Kupang bela pemerintahan Prabowo. (IDN Times/Putra F.D. Bali Mula) Dalam akhir kegiatan tersebut, massa aksi ini menyatakan deklarasi berupa sembilan komitmen dalam mendukung pemerintahan Prabowo. Poin deklarasi tersebut di antaranya menjaga persatuan dan keutuhan NKRI, memperjuangkan kedaulatan politik dan ekonomi nasional, memperkuat ekonomi kerakyatan, memperjuangkan keadilan sosial, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.
Mereka juga berkomitmen menjunjung demokrasi dan supremasi hukum, menempatkan NTT sebagai bagian strategis pembangunan nasional, serta merawat perdamaian dan solidaritas kemanusiaan.
Dalam deklarasinya, massa turut mengecam pihak-pihak yang dinilai memproduksi kebencian dan memecah belah bangsa demi kepentingan oligarki, pejabat korup, dan kapitalis internasional.



















