Tiga Nelayan Selundupkan Lima WN China ke Australia Lewat Rote Ndao

Polres Rote Ndao mengamankan tiga nelayan asal Sulawesi Tenggara dan lima WN China atas dugaan penyelundupan manusia menuju Australia.
Lima WN China ditemukan bersembunyi di Pulau Ndana setelah perahu nelayan mengalami kerusakan mesin dalam perjalanan dari Bau-Bau menuju Australia.
Polisi menyita kapal fiber, uang tunai, dan telepon seluler, serta mendalami dugaan keterlibatan jaringan sindikat penyelundupan manusia internasional.
Kupang, IDN Times — Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengamankan tiga nelayan asal Sulawesi Tenggara. Ketiganya berupaya menyelundupkan lima warga negara (WN) China yang diduga hendak diselundupkan ke Australia.
Kasi Humas Polres Rote Ndao, Ipda Nefry Tallo, membenarkan penangkapan tersebut dan ketiga nelayan tersebut sudah diperiksa di Mapolres Rote Ndao terkait penyelundupan manusia atau people smuggling. Kasus ini diduga melibatkan
"Ketiga nelayan beserta lima WNA asal China sudah diamankan dan diperiksa lebih lanjut atas dugaan jaringan internasional," ujarnya.
1. Polisi temukan lima WN China bersembunyi di Pulau Ndana

Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox) Kasus ini terungkap atas informasi intelijen Unit KAM Satintelkam Polres Rote Ndao, Kamis (5/11/2026), yang menyebut adanya kapal asal Maginti yang melintas di perairan Mulut Seribu, Kecamatan Rote Timur. Informasi lanjutan dari jaringan di Desa Papela juga menyebut adanya permintaan penjemputan tiga nelayan di perairan Pulau Ndana.
"Kapal yang digunakan para nelayan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan mesin dan diduga sedang mengangkut lima WN China," tukasnya.
Kapolres Rote Ndao kemudian memerintahkan tim gabungan untuk melakukan pencarian. Polsek Rote Barat Daya bersama Satintelkam bergerak menyisir perairan Pulau Ndana hingga memergoki sebuah perahu mencurigakan pada Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Namun para WNA China itu malah lari dan bersembunyi hingga ditemukan di balik pepohonan di Pulau Ndana.
"Petugas coba menjemput kelima WN China namun mereka sempat berupaya melarikan diri saat melihat kedatangan aparat. Mereka lalu dibawa ke Pelabuhan Desa Oeseli sebelum dibawa ke Mapolres Rote Ndao," ungkapnya lagi.
2. Tiga nelayan berangkat dari Sulawesi Tenggara menuju Australia

ilustrasi kapal kecil (pexels.com/Julien Goettelmann) Berdasarkan hasil interogasi, petugas mengetahui ketiga nelayan ini berasal dari Bombana dan berperan sebagai pengangkut lima WN China menuju Australia. Sementara kapal yang digunakan adalah fiber hijau dengan bagian geladak putih. Mereka berangkat dari perairan Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (1/11/2026) pukul 22.00 WITA.
Kemudian di tengah perjalanan kapal mereka rusak sehingga membuat para nelayan dan lima WN China meninggalkan kapal sebelum akhirnya terdeteksi aparat kepolisian.
"Mereka berlayar melewati perairan Batu Atas di Sulawesi Tenggara, Larantuka di NTT, hingga perairan Pulau Rote dan Pulau Ndana, namun, perjalanan menuju Australia terhenti setelah kapal mengalami kerusakan mesin di sekitar Pulau Ndana," lanjutnya.
3. Polisi amankan kapal, uang tunai, dan telepon seluler

Ilustrasi uang Rp80 ribu(IDN Times/Ayu Afria) Sejumlah barang bukti turut diamankan oleh petugas di antaranya satu unit kapal fiber tanpa nama, uang tunai milik para pelaku, serta satu unit telepon seluler.
"Kapal tersebut masih berada di perairan Pulau Ndana karena kandas akibat kondisi laut yang dangkal," tukasnya lagi.
Polres Rote Ndao telah menerbitkan Laporan Polisi Model A dan merampungkan administrasi penyelidikan. Polisi kini mendalami kasus tersebut untuk mengungkap jaringan sindikat penyelundupan manusia.
Identitas kelima WN China yang diamankan terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan. Mereka masing-masing berinisial ZS, CJ, JH, SY, dan WY.
"Semua dengan upaya pemberangkatan lima WN China ke Australia," tandasnya.




















