Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
SLB di Kupang Kekurangan Pendidik, Orangtua Patungan Biayai Guru Baru
Plang SLB Kota Radja di Kota Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • SLB Negeri Kota Raja Kupang kekurangan 13 guru, sehingga orang tua siswa sepakat membantu membiayai 7 guru baru melalui iuran IPP untuk tahun ajaran mendatang.
  • Pihak sekolah menekankan kebutuhan tenaga pengajar berlatar belakang Sarjana Pendidikan Luar Biasa agar pelayanan terhadap siswa berkebutuhan khusus lebih optimal dan sesuai jenis ketunaan.
  • SLB Kota Raja kini memiliki 97 siswa dan membuka pendaftaran murid baru secara online maupun offline, dengan asesmen serta syarat surat keterangan kekhususan dari psikolog atau dokter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    SLB Negeri Kota Raja Kupang mengalami kekurangan 13 guru dan berencana menambah 7 guru baru yang pembiayaannya akan dibantu oleh orangtua siswa melalui iuran pendidikan.
  • Who?
    Kepala SLB Negeri Kota Raja, Edi Wahon, bersama para orangtua siswa dan Dinas Pendidikan Provinsi NTT terlibat dalam upaya pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar tersebut.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Raja, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 1 Juli 2026, menjelang tahun ajaran baru dengan pendaftaran siswa dijadwalkan pada 6–11 Juli mendatang.
  • Why?
    Kekurangan guru terjadi karena jumlah tenaga pengajar tidak sebanding dengan kebutuhan layanan bagi siswa berkebutuhan khusus di semua jenjang pendidikan dan jenis ketunaan.
  • How?
    Sekolah mengajukan analisis kebutuhan ke dinas pendidikan, sementara orangtua setuju membantu biaya transportasi guru baru melalui Iuran Penyelenggaraan/Pembangunan Pendidikan (IPP).
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sekolah di Kupang yang untuk anak-anak istimewa belum punya cukup guru, masih kurang banyak. Kepala sekolah bilang orang tua murid mau bantu bayar tujuh guru baru. Sekarang sudah ada beberapa orang yang mau jadi guru. Sekolah itu punya anak dari SD sampai SMA dan mereka butuh guru khusus supaya bisa belajar dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun menghadapi kekurangan guru, SLB Negeri Kota Raja Kupang menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat antara sekolah dan orang tua. Dukungan sukarela dari wali murid untuk membantu pembiayaan tujuh guru baru mencerminkan kepedulian tinggi terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus. Langkah ini memperlihatkan komitmen bersama menjaga kualitas layanan belajar di tengah keterbatasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Radja Kupang masih kekurangan pendidik atau tenaga pengajar hingga 13 orang. Rencananya dalam tahun ajaran baru ini akan ada penambahan 7 orang guru yang akan dibantu dibiayai oleh para orangtua siswa atau wali murid.

Kepala SLB Negeri Kota Raja Edi Wahon membenarkan hal tersebut. Ia mengakui sudah menyampaikan masalah kekurangan guru ini ke dinas dan sementara direspons terlebih dahulu oleh para orangtua. Nantinya biaya ini akan diberikan lewat anggaran transportasi lewat Iuran Penyelenggaraan/Pembangunan Pendidikan (IPP).

"Kita sempat membuat analisis kebutuhan guru untuk dikirim ke dinas itu dan kita sampaikan bahwa masih kurang 13 guru dan orang tua saat ini hanya mampu untuk 7 guru. Jadi nanti dikasih transport melalui IPP itu sesuai rapat," jelasnya saat diwawancarai, Rabu (1/7/2026).

1. Pendampingan sesuai kebutuhan anak

Kepala SLB Negeri Kota Radja Edi Wahon. (IDN Times/Putra Bali Mula)

SLB Kota Raja sendiri merupakan sekolah satu atap yang artinya memiliki tingkat SD-SMA dengan 5 jenis kekhususan. Di antaranya dari tuna netra, tuna rungu-wicara, tuna daksa, tuna grahita, dan autis.

"Untuk kebutuhan guru kita masih kekurangan banyak apalagi semua jenis kekhususan ada di sini baik di SD, SMP, dan SMA juga ada. Idealnya satu siswa diajarkan oleh satu orang guru jadi tidak seperti di sekolah umum," jelas dia.

Berbeda dari sekolah umumnya dengan sistem rombongan belajar (rombel) yang bisa berisi 28 - 30 siswa per kelas, untuk SLB rombel ditentukan berdasarkan jenis ketunaan atau kekhususan anak.

"Untuk SLB kalau siswa hanya satu dengan ketunaan misalnya tuna netra maka dia satu rombel saja itu. Jadi harus dilayani sekian guru itu baik guru mata pelajaran dan guru kelas," jelasnya lagi.

Pihaknya sudah menyampaikan adanya kekurangan guru ini kepada pihak orangtua atau wali siswa. Orangtua siswa berkenan memberikan bantuan melalui IPP sesuai dengan Pergub untuk merekrut guru yang baru.

"Orangtua juga setujui itu dan nanti masuk di tahun ajaran baru kita mantapkan lagi dan kita akan terima guru baru yang dibayar oleh orang tua," tambah dia.

2. Butuh Sarjana Pendidikan Luar Biasa

Plang ruang kelas SLB Negeri Kota Radja. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Sampai dengan saat ini, kata dia, sudah ada beberapa pelamar yang rencananya akan direkrut sebagai guru setelah pemantapan. Nantinya para pelamar akan melengkapi 37 guru yang sudah dimiliki SLB Kota Raja saat ini.

Ia menyebut jumlah saat ini memang terdengar cukup banyak namun sebenarnya masih sangat kurang jika dibandingkan dengan pelayanan terhadap murid yang berkebutuhan khusus.

"Karena SD itu kan 6 kelas, SMP 3 kelas, SMA 3 kelas tapi itu ada lagi sesuai dengan ketunaan dan kita pisahkan lagi sesuai kekhususan itu," jelas dia.

Dari jumlah guru saat ini, ungkapnya lagi, hanya dua yang masih honor dari yang tersisa tahun sebelumnya dan belum diangkat. Sementara untuk ASN ada 8 orang dan lainnya adalah PPPK.

Pihaknya sangat berharap kepada pemerintah agar sekalipun dalam efisiensi anggaran tetapi bisa memperhatikan kebutuhan guru di SLB.

Jika ada formasi CPNS, kata dia, sangat dibutuhkan guru kelas dengan latar belakang Sarjana Pendidikan Luar Biasa sehingga cocok dengan anak berkebutuhan khusus.

"Mudah-mudahan tahun ini ada formasi atau tahun depan bisa mendapatkan kuota untuk guru," ungkapnya.

3. Bersiap terima murid baru

Alamat SLB Negeri Kota Radja di Kota Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Jumlah siswa SLB Kota Raja saat ini ada 97 siswa terhitung setelah adanya kelulusan untuk tiap tingkat pendidikan.

"Ada 105 siswa sebelumnya kemudian dari kelas 12, kelas 9 dan kelas 6 sudah tamat sehingga saat ini sisa 97 siswa. Kita menunggu pendaftaran baru lagi dan yang tamat SD di sini boleh melanjutkan lagi untuk SMP di sini, begitu pun untuk yang SMP," tukasnya.

Penerimaan di SLB Kota Raja sendiri akan dilakukan dengan dua jalur baik offline dan online yang link-nya juga sudah disebarkan. Sementara untuk offline berlangsung pada 6 - 11 Juli.

Khusus untuk autis, kata dia, pihaknya menerima yang sudah siap ikut pembelajaran tetapi yang belum bisa akan diarahkan ke SLB khusus autisme.

Tentunya juga ada persyaratan yang diperlukan untuk mendaftar misalnya yang terpenting adalah surat keterangan kekhususan. Misalnya untuk tuna grahita, orangtua diminta untuk menghubungi psikolog yang bisa menentukan tingkat kecerdasan anak.

Sementara untuk tuna rungu diperlukan keterangan dari dokter mengenai berapa persen kemampuan anak mendengar.

"Sehingga kita bisa melayani dengan menyesuaikan dengan kebutuhannya," jelasnya lagi.

Pasca pendaftaran akan dilakukan asesmen secara keseluruhan dan disampaikan kepada seluruh orang tua. Pendaftaran tahun ajaran baru ini disesuaikan dengan petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Untuk fasilitas sekolah sendiri menurutnya sudah 80 persen memenuhi kebutuhan berdasarkan orientasi masing-masing anak. Terdapat berbagai akses disabilitas termasuk untuk kursi roda.

Editorial Team

Related Article