Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sempat Nobar Final Piala Dunia, Paginya Bupati Lobar Berurusan dengan KPK
Suasana Kantor Bupati Lombok Barat usai ruang kerja Bupati disegel KPK, Senin (30/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • KPK menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dan Kepala Dinas PUPR Lalu Ratnawi secara mendadak di Kantor Bupati Lombok Barat pada Senin, 20 Juli 2026.
  • Penjabat Sekda Akhmad Saikhu mengaku belum menerima informasi resmi dari KPK dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan melalui peran Wakil Bupati Nurul Adha.
  • Setelah penyegelan, ajudan Bupati tidak bisa dihubungi sementara Kepala Dinas PUPR diketahui sedang mengikuti Diklatpim II di BPSDM NTB bersama beberapa pejabat lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Barat, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat (Lobar), Lalu Ahmad Zaini pada Senin (20/7/2028). Ruangan yang berada di lantai 2 Kantor Bupati Lombok Barat itu dipasangi segel dan stiker bertuliskan "Dalam Pengawasan KPK".

Selain itu, KPK juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas PUPR Lombok Barat, Lalu Ratnawi. Penjabat Sekda Lombok Barat, Akhmad Saikhu mengaku kaget dengan penyegelan ruang kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

"Yang jelas pasti kaget kita, blank juga. Karena sekali lagi ini sifatnya mendadak sekali, kita tak punya firasat," kata Saikhu di Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (20/7/2026).

1. Sempat nobar Piala Dunia

Pj Sekda Lombok Barat Akhmad Saikhu. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Saikhu menjelaskan sampai saat ini, dia belum mendapatkan informasi resmi terkait penyegelan ruang kerja Bupati Lombok Barat oleh KPK. Sebelumnya, Bupati Lombok Barat bersama pejabat menggelar nonton bareng (nobar) laga final Piala Dunia pada Senin (30/7/2026) hingga subuh.

"Setelah selesai nonton bola kita pulang. Dan agak telat saya ke kantor jam 8, masuk kantor sudah ada kejadian seperti itu(ruang kerja Bupati disegel KPK). Setelah kita masuk ada situasi seperti ini, aa ruangan disegel. Sampai saat ini belum ada informasi secara resmi ke kami," ungkapnya.

2. Klaim gak menggangu roda pemerintahan

Ruang kerja Kepala Dinas PUPR Lombok Barat Lalu Ratnawi juga disegel KPK. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Saikhu menambahkan bahwa Bupati Lombok Barat Lali Ahmad Zaini tidak ada di kantor sejak pagi. Sedangkan, Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha sempat masuk kantor. Dia mengatakan peristiwa ini tidak akan mengganggu jalannya roda pemerintahan di Lombok Barat.

"Kalau pemerintahan tetap harus jalan. Secara administrasi kepala daerah kan ada Bupati dan Wakil Bupati. Untuk administrasi kan ada ibu Wakil Bupati," kata dia.

3. Ajudan Bupati sudah tidak bisa dikontak

Kantor Dinas PUPR Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Setelah penyegelan ruang kerja Bupati Lombok Barat, Saikhu mengatakan ajudan Bupati belum bisa dikontak. Nomor handphone ajudan Bupati Lombok Barat sudah tidak aktif.

"Konfirmasi ke ajudan, sudah gak aktif juga (nomor kontaknya)," ungkapnya.

Terkait dengan ruang kerja Kepala Dinas PUPR Lombok Barat Lalu Ratnawi yang juga disegel, Saikhu mengaku mendapatkan informasi tersebut dari media sosial. Namun terkait keberadaan Kepala Dinas PUPR Lombok Barat, dia mengatakan pejabat yang bersangkutan sedang mengikuti Diklatpim II di BPSDM NTB. Selain Kepala Dinas PUPR Lombok Barat, beberapa pejabat juga ikut Diklatpim II.

"Jadi pak Kadis PU dan beberapa pejabat lainnya sedang melaksanakan Diklatpim II dan beberapa hari di Asrama Diklat BPSDM NTB," tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article