Kisah Sukses Suryadin Sulap Warung Sembako Jadi 'Bank Mini' di Bima

- Suryadin mengembangkan warung sembako dan hasil bumi menjadi Agen BRILink IKARJA di Bima sejak 2014, untuk memudahkan warga mengakses transaksi keuangan tanpa harus ke bank.
- Setelah menghadapi minimnya pemahaman warga, agen tersebut kini melayani lebih dari 100 transaksi per hari, termasuk petani, karyawan, pengusaha, dan orang tua yang mengirim uang.
- Layanan agen mendukung transaksi tunai dan perputaran ekonomi warga, sekaligus meningkatkan aset keluarga Suryadin; BRI memberi edukasi serta pendampingan untuk memperluas inklusi keuangan.
Mataram, IDN Times - Konsistensi menjadi kunci keberhasilan Suryadin dalam merintis usaha di wilayah Bima sejak tahun 2014 silam. Berawal dari mengelola toko sembako dan hasil bumi, ia sukses melebarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan Agen BRILink IKARJA di Bima, Nusa Tenggara Barat.
Keputusan untuk merambah layanan keagenan perbankan ini bukan semata-mata demi menambah pundi-pundi penghasilan keluarganya. Ia justru melihat adanya peluang emas untuk mendekatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
"Memang kultur masyarakat di sini tidak mau antre atau ketemu dengan pakaian yang resmi dan klimis. Saya berinisiatif membuka Agen BRILink supaya masyarakat lebih mudah melakukan transaksi," ujar Suryadin dalam keterangan yang diterima pada Kamis (3/9/2026).
1. Tantangan agen BRILink

Hingga Juni 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai 1,13 juta agen yang melayani masyarakat di lebih dari 60.753 desa. (Dok. BRI) Perjalanan Suryadin sebagai penyedia layanan perbankan laku pandai tentu tidak langsung berjalan mulus pada masa-masa awal. Saat itu, masih banyak warga Bima yang belum sepenuhnya memahami konsep transaksi finansial di luar gedung resmi bank.
Namun, tantangan tersebut perlahan teratasi seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap kepraktisan layanan perbankan digital. Memasuki tahun pertama, antusiasme warga melonjak drastis hingga operasional agen harus melayani pelanggan sejak pagi hingga malam hari.
"Per hari saya bisa melayani di atas 100 transaksi dari nasabah. Yang datang bukan hanya pengusaha, ada juga petani, karyawan, para orang tua yang mengirimkan uang pada anaknya yang merantau," katanya.
2. Pertumbuhan transaksi

ilustrasi Agen BRILink (dok. BRI) Seiring berjalannya waktu, ragam transaksi yang difasilitasi oleh Agen BRILink IKARJA semakin bervariasi dan sangat dipercaya warga. Transaksi penarikan uang tunai dalam jumlah besar untuk keperluan modal usaha kini menjadi salah satu layanan andalannya.
Kehadiran fasilitas perbankan mini ini tidak hanya melancarkan perputaran uang warga, tetapi juga mengangkat taraf ekonomi keluarga Suryadin. Integrasi bisnis antara toko sembako dan jasa keagenan tersebut sukses membantunya mengumpulkan tabungan serta membeli sejumlah aset berharga.
"Alhamdulillah masih bisa bertahan. Masih ada tabungan, kemudian ada aset juga kebeli, itu dampak dari usaha ini," kata Suryadin membagikan rasa syukurnya.
3. Dorong inklusi keuangan

Mesin EDC BRI. (Dok.BRI) Eksistensi agen laku pandai di tengah masyarakat terbukti tetap krusial meskipun inovasi perbankan melalui ponsel pintar terus melesat. Layanan personal nan kekeluargaan ini sukses menjadi jembatan utama bagi warga yang mendambakan proses transaksi secara langsung dan cepat.
Pihak perbankan pun secara konsisten terus memberikan edukasi serta pendampingan operasional guna menjaga keamanan transaksi para pelanggan di lapangan. Sinergi strategis antara bank dan agen ini diyakini mampu mengakselerasi tingkat inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah.
"BRI terus berkomitmen memberikan dukungan kepada AgenBRILink sebagai mitra strategis dalam memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat. Kehadiran AgenBRILink menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah dan dekat," imbuh Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya.


















