Stok Melimpah 280 Ribu Ton, Timor Leste Minta Ekspor Beras dari NTB

Mataram, IDN Times - Negara tetangga, Timor Leste meminta ekspor beras dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, ekspor beras NTB ke Timor Leste belum mendapat persetujuan dari Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Lalu Mirza Amir mengungkapkan bahwa dia sudah berbicara secara lisan dengan Staf Ahli Menteri Pertanian terkait permintaan ekspor beras NTB ke Timor Leste. "Secara lisan kita sampaikan ke Kementan. Apakah memungkinkan kita melakukan ekspor ke Timor Leste dengan ketersedian beras yang surplus besar, itu kita bicarakan kemarin. Tetapi masih dalam kajian," kata Mirza dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (18/7/2026).
1. Stok beras di gudang Bulog mencapai 280 ribu ton

Mirza menjelaskan Pemerintah Pusat masih melakukan kajian apakah ekspor beras NTB ke Timor Leste memungkinkan atau tidak. Karena pemerintah pusat juga melihat dari sisi kondisi ketahanan pangan nasional, meskipun stok beras di NTB melimpah.
Dia menyebut, saat ini stok beras di Gudang Bulog NTB sebanyak 280 ribu ton. Dari sisi ketersediaan stok, NTB sangat memungkinkan mengekspor beras ke Timor Leste.
"Seandainya dia minta 5.000 ton saja ndak apa-apa kita kirim. Tapi panjang perizinan segala macam. Jadi tidak bisa Kementan saja yang bicara ekspor. Tapi ada Kemendag, Bulog dan lainnya," terangnya.
2. Tunggu hasil kajian

Mirza menjelaskan bahwa Pemprov NTB masihbmenunggu kajian dari kementerian terkait. Pemerintah ingin memastikan stok beras di dalam negeri dalam kondisi aman sebelum mengizinkan ekspor ke luar negeri.
"Kalau yang sudah siap melakukan ekspor itu Bulog dengan stok yang 280 ribu ton. Tetapi Dia juga harus menjaga stok di dalam negeri harus aman. Makanya kajian itu tidak hanya dari kita tetapi pemerintah pusat juga melihat dari segala sisi," jelas Mirza.
3. Produksi padi NTB mencapai 1,69 juta ton

Berdasarkan data BPS, produksi padi di NTB pada 2025 sebanyak 1,69 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Produksi padi di NTB naik dibandingkan tahun 2024, yaitu sebanyak 1,45 juta ton GKG.
Peningkatan produksi padi karena luas panen meningkat menjadi 322.927 hektare dengan produktivitas 52,59 kuintal/hektare. Serta didorong optimalisasi lahan seluas 10.574 hektare dan penggunaan benih unggul.
Daerah dengan produksi padi tertinggi yakni Lombok Tengah sebanyak 421.941 ton GKG dengan produktivitas 53,66 kuintal/hektare. Kemudian Sumbawa 398.864 ton GKG dengan produktivitas: 53,37 kuintal/hektare.
Berikutnya, Lombok Timur sebanyak 243.474 ton GKG dengan produktivitas 53,64 kuintal/hektare dan Bima 208.018 ton GKG dengan produktivitas: 48,55 kuintal/hektare.


















