8 Hektare Kawasan Hutan dan Lahan di Sambelia Lotim Ludes Terbakar

- Kebakaran pada 2 September 2026 menghanguskan 8 hektare di Dusun Dara Kunci, Sambelia: 3 hektare kawasan hutan dan 5 hektare di luar kawasan hutan.
- Penyebab pasti belum diketahui, namun kemarau berkepanjangan, angin kencang, dan vegetasi kering diduga mempercepat penyebaran api. Api dipadamkan sekitar pukul 16.15 WITA.
- Eskalasi karhutla NTB meningkat pada Agustus–September 2026, terutama di Lombok Timur, Bima, dan Dompu. Dinas LHK NTB menyiagakan 600 polisi kehutanan serta memantau titik api.
Lombok Timur, IDN Times - Seluas 8 hektare kawasan hutan dan lahan ludes terbakar di Dusun Dara Kunci, Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur (Lotim) pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 12.37 WITA. Kawasan yang terbakar terdiri dari 3 hektare kawasan hutan dan 5 hektare luar kawasan hutan.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Indikasi sementara, kebakaran disebabkan musim kemarau berkepanjangan. Ditambah kecepatan angin yang relatif kencang memungkinkan jenis vegetasi kering di lokasi kejadian mudah terbakar," kata Sadimin, Kamis (3/9/2026).
1. Kronologi kejadian kebakaran

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Dusun Dara Kunci, Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Rabu (2/9/2026). (dok. BPBD NTB) Dia menjelaskan sekitar pukul 12.37 WITA, Kepala Resort RPH Sambelia, Haeruman mendapatkan informasi dari salah satu masyarakat via telepon bahwa terlihat adanya kepulan asap di lokasi kejadian. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Damkarmat Sambelia, Koramil 1615-03/Sambelia, Polsek Sambelia dan Pemerintah Kecamatan Sambelia.
Selanjutnya, sebagian personel mendahului menuju lokasi kejadian. Pada pukul 12.53 WITA, seluruh personel dan satu unit mobil Damkarmat Sambelia tiba di lokasi kejadian. "Selanjutkan melakukan upaya pemadaman dibantu masyarakat sekitar dan tim menyebar ke beberapa titik api membuat sekat bakar untuk menghambat penyebaran api," jelasnya.
2. Angin kencang menyebabkan vegetasi mudah terbakar

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Dusun Dara Kunci, Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Rabu (2/9/2026). (dok. BPBD NTB) Dia menjelaskan angin yang relatif kencang ditambah vegetasi kering yang mudah terbakar menyebabkan penyebaran api lebih cepat meluas. Tim berupaya melakukan pemadaman dengan menggunakan satu unit mobil Damkarmat serta alat manual lainnya seperti parang, sabit, kayu dan ranting dedaunan basah.
Pada pukul 16.15 WITA, spot api dapat dipadamkan. Tim selanjutkan melakukan penyisiran ke semua lokasi kebakaran dan sebagian titik yang diwaspadai masih adanya bara api. Tim selanjutnya meninggalkan lokasi setelah spot api dinyatakan padam secara keseluruhan.
Dia mengimbau masyarakat supaya jangan membakar hutan dan lahan untuk membuka kebun atau membersihkan lahan. Selain itu, masyarakat diminta jangan membuang puntung rokok atau benda yang dapat memicu api secara sembarangan.
Selain itu, memastikan api benar-benar padam setelah melakukan pembakaran yang diizinkan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga diminta menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan api di kawasan hutan dan lahan yang kering.
3. Eskalasi karhutla meningkat di puncak musim kemarau

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Dusun Dara Kunci, Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Rabu (2/9/2026). (dok. BPBD NTB) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi mengatakan eskalasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di NTB semakin meningkat seiring menuju puncak musim kemarau 2026. Eskalasi kebakaran hutan dan lahan di NTB semakin meningkat pada bulan Agustus hingga September.
Setelah itu, eskalasinya diperkirakan akan menurun. Daerah di NTB yang sangat rawan kebakaran hutan dan lahan terdapat di Lombok Timur, Bima dan Dompu. Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang eskalasinya kian meningkat, Dinas LHK NTB menyiagakan sebanyak 600 polisi kehutanan (Polhut).
Ratusan polhut itu tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Selain itu, ada juga TNI/Polri di setiap wilayah yang disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di NTB.
"Semua Polhut siaga semua. Polhut saya sekitar 600 orang disiagakan. Kemudian kita ada masyarakat peduli api, itu kita libatkan. Kita kIta juga ada aplikasi sipongi, memantau koordinat titik api, petugas langsung mengecek ke lokasi," jelas Didik.


















