Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pendakian Dilarang, Gunung Anak Ranakah Level Waspada usai Gempa Flores

Kota Kupang
Pendakian Dilarang, Gunung Anak Ranakah Level Waspada usai Gempa Flores
Kondisi Gunung Anak Ranakah pasca gempa Flores. (Dok PVMBG Badan Geologi)
  • PVMBG menaikkan status Gunung Anak Ranakah di Manggarai menjadi Level II Waspada per 1 September 2026, setelah aktivitas kegempaan meningkat pascagempa Flores M7,7.
  • Pemantauan mencatat ribuan gempa tektonik dan ratusan gempa vulkanik dalam, yang mengindikasikan peretakan batuan akibat suplai magmatik; longsoran juga terjadi pada 18 dan 20 Agustus.
  • BBKSDA NTT menutup sementara wisata dan pendakian Gunung Ranakah di TWA Ruteng hingga pemberitahuan lanjut, serta melarang aktivitas dalam radius satu kilometer dari pusat aktivitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Aktivitas kegempaan Gunung Anak Ranakah meningkat pasca Gempa Flores bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Status sebelumnya Level I (Normal) ditetapkan menjadi Level II (Waspada) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada 1 September 2026.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT menanggapi peningkatan ini dengan menutup sementara kunjungan wisata alam dan kegiatan pendakian Gunung Ranakah yang berada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng.

  1. 1. Terjadi retakan batuan dalam tubuh gunung

    Kondisi Gunung Anak Ranakah di Flores pascagempa yang didokumentasikan oleh PVMBG Badan Geologi.
    Kondisi Gunung Anak Ranakah pasca gempa Flores. (Dok PVMBG Badan Geologi)

    PVMBG dalam laporannya merilis hasil pemantauan selama 1–31 Agustus 2026 terhadap gunung yang berada di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini. Pada periode itu tercatat 367 Gempa Vulkanik Dalam, 3.272 Gempa Tektonik Lokal, dan 2.776 Gempa Tektonik Jauh.

    Adapun Gempa Tektonik Lokal tercatat berkisar 38–414 kejadian per hari, Gempa Tektonik Jauh berkisar 32–418 kejadian per hari, Gempa Vulkanik dengan kisaran 10–35 kejadian per hari. Kemudian pada 1 September 2026 hingga pukul 18.30 WITA tercatat 94 Gempa Vulkanik Dalam, 144 Gempa Tektonik Lokal, 85 Gempa Tektonik Jauh, serta satu Gempa Terasa dengan skala II MMI.

    "Kemunculan Gempa Vulkanik Dalam mengindikasikan adanya proses peretakan batuan akibat suplai magmatik dari dalam yang mengubah tekanan atau stress pada tubuh Gunung Anak Ranakah," tulis petugas PVMBG Kachfi Somantri dalam laporan tersebut.

  2. 2. Ada bagian gunung yang longsor akibat gempa

    Kondisi lereng Gunung Anak Ranakah di Flores dalam dokumentasi PVMBG Badan Geologi setelah gempa.
    Kondisi Gunung Anak Ranakah pasca gempa Flores. (Dok PVMBG Badan Geologi)

    Energi seismik gunung ini juga meningkat signifikan sejak gempa magnitudo 7, 7 mengguncang Pulau Flores berdasarkan Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM). Gunung Anak Ranakah secara umum tidak mengeluarkan asap pada kawah namun tapi terdapat perubahan aktivitas asap solfatara di sebelah barat kubah lava.

    "Sementara pada 25 Agustus, asap solfatara terlihat lebih tebal dibandingkan pengamatan pada 1 September," lapornya lagi.

    Ada pula longsoran di beberapa bagian Gunung Anak Ranakah pada 18 dan 20 Agustus yang dipicu gempa terasa.

  3. 3. Larang adanya pendakian dan diminta menjauh 1 kilometer

    Kondisi Gunung Anak Ranakah di Flores pascagempa yang direkam dalam dokumentasi PVMBG Badan Geologi.
    Kondisi Gunung Anak Ranakah pasca gempa Flores. (Dok PVMBG Badan Geologi)

    Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala BBKSDA NTT Adhi Nurul Hadi menetapkan Pengumuman Nomor PG.9/K.5/TU/HMS.01.07/B/09/2026 yang berisi larangan pendakian. Melalui pengumuman tersebut, BBKSDA NTT menutup sementara kunjungan wisata alam dan kegiatan pendakian Gunung Ranakah di kawasan TWA Ruteng.

    "Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung, pendaki, masyarakat, dan petugas di kawasan TWA Ruteng," ungkap Adhi dalam keterangannya.

    Menurut Adhi, penutupan tersebut berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dengan mempertimbangkan perkembangan aktivitas Gunung Anak Ranakah serta hasil evaluasi terhadap kondisi keamanan kawasan.

    Karena itu, pengunjung, pendaki, wisatawan, masyarakat, maupun pihak lain diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Ranakah. BBKSDA NTT menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi untuk menjamin keselamatan dan keamanan pengunjung serta masyarakat di kawasan TWA Ruteng, khususnya di sekitar Gunung Anak Ranakah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More