Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sebulan Internet di Lembata Lumpuh, Kapal dari Kalimantan Dikirimkan

Kota Kupang
2 min read
Sebulan Internet di Lembata Lumpuh, Kapal dari Kalimantan Dikirimkan
Logo MyTelkomsel salah satu produk internet PT. Telkom Indonesia. (IDN Times/Putra Bali Mula)

  • Telkom Group mengonfirmasi internet Lembata melambat hampir sebulan akibat putusnya kabel laut ruas Lewoleba–BU2 sejak 29 September 2026, yang mengganggu layanan Telkomsel, IndiHome, dan Indibiz.
  • Jalur radio cadangan telah diaktifkan, tetapi kapasitasnya terbatas. Kapal penyambung kabel dari Kalimantan dijadwalkan tiba 25 Oktober, dengan perbaikan ditargetkan selesai 31 Oktober 2026.
  • Wakil Bupati Lembata menyatakan gangguan merugikan pemerintahan dan ekonomi warga, serta meminta penguatan perlindungan infrastruktur karena insiden serupa pada 2022 juga berlangsung sekitar sebulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Teka-teki melambatnya jaringan internet di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama hampir satu bulan akhirnya terkuak. Telkom Group mengonfirmasi bahwa gangguan parah tersebut dipicu oleh putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ruas Lewoleba–BU2 sejak 29 September 2026.

Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan kualitas layanan data Telkomsel, IndiHome, Indibiz, hingga sebagian jaringan komunikasi masyarakat.

"Hasil pengukuran teknis mengindikasikan adanya kabel yang putus pada segmen laut," ungkap Manager Infrastruktur Listrik Flores yang mewakili Telkomsel, Paskalis Leki, saat menemui Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, di Lewoleba, Kamis (22/10/2026).

  1. 1. Alihkan ke sistem radio

    Perwakilan PT Telkom Indonesia bertemu Wakil Bupati Lembata Nasir dalam agenda pertemuan resmi di Lembata.
    Perwakilan PT Telkom Indonesia menemui Wakil Bupati Lembata Nasir. (Dok Prokopim Lembata)

    Paskalis menjelaskan, terputusnya kabel laut tersebut membuat konektivitas data dari Lembata menuju luar pulau lumpuh. Meski Telkom telah mengaktifkan sistem radio sebagai jalur cadangan alternatif, kapasitasnya sangat terbatas sehingga belum mampu menampung seluruh traffic komunikasi masyarakat.

    Untuk mengatasi hal ini, TelkomGroup melalui InfraNexia terus berupaya memperbesar kapasitas cadangan tambahan.

  2. 2. Kapal dari Kalimantan dikirimkan untuk perbaikan

    Logo PT Telkom Indonesia berwarna merah dengan simbol tangan dan tulisan Telkom Indonesia pada latar putih.
    Logo PT Telkom Indonesia. (IDN Times/Putra Bali Mula)

    Demi menyambung kembali kabel yang terputus, Telkom telah mengerahkan kapal khusus penyambung kabel laut yang bertolak dari Kalimantan. Kapal tersebut diperkirakan tiba di perairan Lembata pada 25 Oktober 2026.

    Jika proses teknis berjalan lancar dan tidak terkendala cuaca, pengerjaan perbaikan ditargetkan tuntas pada 31 Oktober 2026.

    "Jaringan internet di Lembata diharapkan kembali normal sehari setelahnya, yakni 1 November 2026," tegas Paskalis.

    Pernyataan ini sejalan dengan penjelasan dari EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, yang sebelumnya turut membeberkan kronologi gangguan teknis tersebut.

  3. 3. Kejadian yang sama di 2022

    Perwakilan PT Telkom Indonesia menemui Wakil Bupati Lembata Nasir dalam agenda pertemuan antara kedua pihak.
    Perwakilan PT Telkom Indonesia menemui Wakil Bupati Lembata Nasir. (Dok Prokopim Lembata)

    Menanggapi penjelasan tersebut, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, menyambut baik transparansi Telkom setelah sebelumnya Pemkab Lembata melayangkan surat resmi.

    Nasir menegaskan, gangguan internet yang berkepanjangan ini sangat merugikan aktivitas pemerintahan serta roda ekonomi masyarakat. Terlebih, insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2022 lalu dan juga memakan waktu pemulihan hingga satu bulan.

    Ia pun meminta Telkom Group tidak sekadar melakukan 'tambal sulam' perbaikan, melainkan memperkuat perlindungan infrastruktur secara menyeluruh.

    “Karena kejadian ini sudah berulang di lokasi yang sama, perlu ada kajian terhadap penggunaan teknologi dan sistem perlindungan jaringan yang lebih baik. Jangan sampai masyarakat kembali mengalami gangguan berkepanjangan,” tegas Nasir.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More