Mataram, IDN Times - Persoalan sampah di kawasan wisata andalan Nusa Tenggara Barat (NTB) di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, kian mengkhawatirkan. Di tengah kondisi sampah yang terus menggunung, tiga mesin pengolahan sampah (insinerator) bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) justru nganggur dan tidak beroperasi secara optimal.
Pengadaan tiga insinerator di Gili Trawangan merupakan bagian dari program Lautra dari KKP pada 2025. Kepala Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Disalurkan) NTB Muslim mengatakan pihaknya mendorong mesin pengolahan sampah itu beroperasi secara maksimal untuk mengatasi persoalan sampah di Gili Trawangan. Dia mengatakan belum ada koordinasi dengan Pemprov NTB dari UPT KKP terkait pemanfaatan kembali mesin pembakar sampah tersebut.
"Mereka nggak ada koordinasi juga dengan kami di provinsi terkait dengan insinerator itu. Tapi kami kemarin sempat menyampaikan aspirasi masyarakat bahwa (insinerator) itu kan tidak berjalan optimal," kata Muslim dikonfirmasi di Mataram, Senin (25/5/2026).
