Sejumlah Kapolres dan Pejabat Polda NTT Berganti, Ini Daftarnya

Polda NTT menggelar penyerahan jabatan, sertijab, dan pelantikan pejabat utama serta kapolres pada 29 Juli 2026, menindaklanjuti surat telegram Kapolri tertanggal 25 Juni 2026.
Sejumlah direktur dan kepala biro berganti, termasuk Ricardo Condrat Yusuf sebagai Dirreskrimum, FX Irwan Aryanto sebagai Dirreskrimsus, Joko Lestari sebagai Dirresnarkoba, serta Eva Guna Pandia sebagai Dirlantas.
Mutasi juga mencakup kapolres di Kupang, Flores Timur, Ngada, Sumba Timur, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, dan Kapolresta Kupang Kota; Polda menyebutnya sebagai regenerasi serta penyegaran organisasi.
Kupang, IDN Times - Sejumlah pejabat utama (PJU) dan kapolres di jajaran Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berganti. Pergantian itu ditandai dengan upacara penyerahan jabatan, serah terima jabatan (sertijab), dan pelantikan yang dipimpin Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, di Lapangan Tribrata Mapolda NTT, Rabu (29/7/2026).
Mutasi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1336, ST/1337, ST/1339, ST/1340, dan ST/1341/VI/KEP./2026 tanggal 25 Juni 2026. Pergantian jabatan dilakukan sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus penyegaran organisasi di lingkungan Polri.
1. Sejumlah pejabat utama Polda NTT berganti

Dalam upacara tersebut, Kombes Pol. Ricardo Condrat Yusuf resmi menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTT menggantikan Kombes Pol. Sigit Haryono. Jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) kini diemban Kombes Pol. FX. Irwan Aryanto menggantikan Kombes Pol. Hans Rachmatulloh Irawan.
Sementara itu, Kombes Pol. Joko Lestari dipercaya menjabat Direktur Reserse Narkoba menggantikan Kombes Pol. Ardiyanto T.B. Jabatan Kepala Biro SDM Polda NTT kini diisi Kombes Pol. Andy Pramudya Wardana yang sebelumnya menjabat Karo SDM Polda Kepulauan Riau, menggantikan Kombes Pol. Dr. Juli Agung Pramono.
Kapolda NTT juga melantik Kombes Pol. Albertus Andreana sebagai Kepala SPN Polda NTT menggantikan Kombes Pol. Dr. Ferry Harahap. Sementara jabatan Direktur Binmas kini diemban Kombes Pol. Sajimin menggantikan Kombes Pol. Sudartomo.
Di jajaran lalu lintas, Kombes Pol. Eva Guna Pandia resmi menjabat Direktur Lalu Lintas Polda NTT menggantikan Kombes Pol. Dedy Eka Jaya Helmi. Sebelum bertugas di NTT, Eva menjabat sebagai Kapolresta Yogyakarta Polda DIY.
Selain itu, jabatan Kepala Bidang Hukum kini dipercayakan kepada Kombes Pol. Pambudi menggantikan Kombes Pol. Anthon Chrieestianto Nugroho. Adapun posisi Karolog Polda NTT kini dijabat Kombes Pol. Didi Wahyudi menggantikan Kombes Pol. Aldinan R.J. Hunter Manurung.
2. Sejumlah kapolres jajaran Polda NTT juga berganti

Selain pejabat utama Polda NTT, Kapolda NTT juga melantik sejumlah kapolres dan kapolresta di wilayah hukum Polda NTT. Pergantian ini merupakan bagian dari mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri.
AKBP Adhitya Octorio Putra dipercaya menjabat Kapolres Kupang menggantikan AKBP Rudy Junus Jacob Ledo. Sementara posisi yang ditinggalkannya sebagai Kapolres Flores Timur kini diisi AKBP Gede Putra Yase.
Jabatan Kapolres Ngada kini diemban AKBP Dr. Gede Harimbawa menggantikan AKBP Andrey Valentino. Adapun posisi Kapolres Sumba Timur kini dipercayakan kepada AKBP Dr. I Kadek Hery Cahyadi yang menggantikan AKBP Dr. Gede Harimbawa.
Selanjutnya, AKBP Hanry Eko Irawan menjabat Kapolres Rote Ndao menggantikan AKBP Mardiono. Jabatan Kapolres Timor Tengah Selatan juga berganti dari AKBP Hendra Dorizen kepada AKBP Krystyan Beorbel Martino.
Sementara itu, jabatan Kapolresta Kupang Kota kini diemban Kombes Pol. Nelson Filipe Dias Quintas menggantikan Kombes Pol. Joko Lestari. Joko selanjutnya mendapat promosi sebagai Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda NTT.
3. Mutasi disebut bagian dari regenerasi dan penyegaran organisasi

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, mengatakan mutasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam organisasi Polri. Menurutnya, pergantian pejabat dilakukan sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan, penyegaran organisasi, sekaligus pengembangan karier personel.
"Mutasi ini hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi. Melalui pergantian pejabat ini diharapkan lahir semangat baru, inovasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan semangat Polri Presisi," kata Henry.
Ia berharap pergantian pejabat tersebut dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas penegakan hukum di seluruh wilayah NTT. Polda NTT juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian mereka selama menjalankan tugas.


















