Smelter Tembaga AMMAN Sudah Rampung, Siap Olah 900 Ribu Metrik Ton Konsentrat

Mataram, IDN Times - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mencatatkan sejarah baru dalam peta industri pertambangan nasional, setelah secara resmi merampungkan proyek pembangunan fasilitas smelter tembaga terintegrasi di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Pencapaian berharga ini ditandai dengan penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) bersama mitra strategis China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC) di Beijing.
Selesainya pengerjaan proyek ini menegaskan keberhasilan smelter dalam melewati seluruh pengujian jaminan kinerja ketat yang dipersyaratkan di dalam kontrak. Kini, fasilitas smelter berskala global tersebut secara penuh melangkah ke fase operasi jangka panjang untuk memperkuat posisi Indonesia di industri pengolahan mineral dunia.
1. Kolaborasi internasional

Penandatanganan dokumen PAC menjadi bukti konkret selesainya seluruh konstruksi hingga item komisioning pada kompleks pemurnian ini. Keberhasilan ini mencerminkan sinergi lintas negara yang solid antara AMMAN dan NFC dalam menggarap salah satu kompleks peleburan tembaga serta pemurnian logam mulia terintegrasi paling canggih di dunia.
Meskipun fasilitas pemurnian ini sebenarnya telah melangsungkan aktivitas operasional selama lebih dari satu tahun, peresmian PAC menjamin keandalan seluruh fungsi teknis pabrik. Dengan dipenuhinya standar uji kinerja internasional ini, AMMAN siap menjalankan pengolahan mineral secara optimal dan berkelanjutan untuk periode operasi jangka panjang.
"Rampungnya proyek smelter ini merupakan pencapaian penting bagi AMMAN. Di baliknya terdapat kerja keras, ketangguhan, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh karyawan serta para mitra kami dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pembangunan dan komisioning," kata Presiden Direktur AMMAN, Arief Sidarto dalam keterangan pers yang diterima pada Senin (27/7/2026).
2. Kapasitas pengolahan raksasa menuju transisi energi global

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), kompleks smelter AMMAN dirancang dengan kapasitas pengolahan fantastis hingga mencapai 900.000 metrik ton konsentrat per tahun. Bahan baku tersebut disuplai langsung dari tambang Batu Hijau yang legendaris, serta disiapkan untuk menampung hasil dari tambang Elang di masa mendatang.
Dari pengolahan terintegrasi tersebut, fasilitas ini akan memproduksi komoditas bernilai tinggi seperti katoda tembaga, emas, perak, asam sulfat, hingga selenium. Seluruh produk turunannya diproyeksikan menjadi modal utama dalam mendukung industri energi terbarukan, ekosistem kendaraan listrik, hingga manufaktur berteknologi tinggi.
3. Penerapan teknologi modern

Fasilitas pengolahan ini tidak hanya mengedepankan volume produksi semata, tetapi juga mengintegrasikan teknologi pemrosesan mineral mutakhir yang efisien. Sistem pengelolaan lingkungan kelas dunia diterapkan secara ketat demi mewujudkan tingkat pemulihan logam yang optimal serta efisiensi penggunaan energi yang tinggi.
Melalui operasional yang bertanggung jawab, AMMAN mempertegas komitmennya untuk menghadirkan praktik tambang dan peleburan yang ramah lingkungan. Kehadiran fasilitas ini secara langsung memperkuat daya saing komoditas mineral kritis Indonesia di dalam kancah pasar global.
"Beroperasinya smelter ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung agenda hilirisasi nasional. Ke depan, kami berharap ekosistem kebijakan yang mendukung daya saing industri pengolahan dan pertambangan dalam negeri dapat terus diperkuat agar Indonesia mampu memaksimalkan manfaat hilirisasi dan tetap kompetitif di tengah dinamika global," ujar Arief.



















