PDIP NTT Kritik Agenda Jokowi ke Kupang: Selesaikan Dulu Polemik Ijazah

- Jokowi dijadwalkan mengunjungi Kupang pada 31 Juli–1 Agustus 2026 untuk menghadiri Rakorda PSI, Car Free Day, serta Karnaval Budaya di Pantai Lai Lai Bisi Kopan.
- Ketua PDIP NTT Yunus Takandewa meminta Jokowi menyelesaikan polemik ijazah sebelum safari politik, sambil menyoroti persoalan masyarakat NTT yang dinilai belum sepenuhnya tertangani.
- PDIP NTT menanggapi target PSI menjadikan NTT basis utama partai dengan menyatakan dukungan harus dibuktikan dalam kontestasi politik dan ditentukan rakyat.
Kupang, IDN Times - Presiden ke-71 RI Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan berkunjung ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kunjungan tersebut mendapat sorotan dari Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) NTT, Yunus Takandewa, yang meminta Jokowi menyelesaikan terlebih dahulu polemik terkait ijazahnya.
Rencana kedatangan Jokowi ke Kupang berlangsung setelah Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) DPW PSI NTT pada Juni 2026. Dalam forum tersebut, PSI menyampaikan target menjadikan NTT sebagai salah satu basis utama partai, atau yang mereka sebut sebagai "kandang gajah".
1. PDIP NTT minta Jokowi selesaikan polemik ijazah

Yunus Takandewa menilai agenda safari politik yang dilakukan Jokowi menimbulkan kontradiksi di tengah polemik mengenai ijazah yang hingga kini masih menjadi perbincangan publik. Menurutnya, persoalan tersebut semestinya diselesaikan lebih dahulu sebelum melakukan kegiatan politik di berbagai daerah.
"Harusnya dia menyelesaikan persoalan pribadinya sendiri dulu. Persoalan soal ijazah itu belum selesai. Bagaimana dia mau safari politik di tengah ketidakpastian soal dirinya," ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Yunus mengatakan Jokowi telah beberapa kali berkunjung ke NTT saat masih menjabat sebagai presiden. Namun, menurut dia, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah itu belum sepenuhnya terselesaikan.
2. Soroti target PSI jadikan NTT sebagai "kandang gajah"

Selain menyinggung rencana kunjungan Jokowi, Yunus juga merespons pernyataan Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, yang menargetkan NTT sebagai basis suara PSI. Menurut Yunus, setiap partai politik berhak memiliki target politik masing-masing. Namun, target tersebut harus dibuktikan melalui dukungan masyarakat dalam kontestasi politik.
"Tetapi nanti kita uji di lapangan. Biarlah rakyat yang menentukan, jangan dulu berandai-andai," katanya.
3. Jokowi dijadwalkan hadiri Rakorda hingga Car Free Day

Ketua DPW PSI NTT, dr. Christian Widodo, mengatakan kedatangan Jokowi merupakan undangan masyarakat sekaligus bagian dari agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang.
"Saat Rakorda PSI, beliau dijadwalkan memberikan motivasi kepada kader sekaligus menyemangati konsolidasi partai," ujar Christian dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Ia menjelaskan, selama berada di Kupang, Jokowi dijadwalkan menghadiri kegiatan Car Free Day, mengikuti Rakorda PSI Kota Kupang, serta menghadiri Karnaval Budaya atau Karnaval Gajah di kawasan Pantai Lai Lai Bisi Kopan (LLBK).
"Sehingga masyarakat dapat bercengkrama langsung dengan Pak Jokowi," lanjutnya.
Sebelumnya, Sekretaris PSI NTT, Junaidin Mahasan, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut kedatangan Jokowi. Menurut dia, kunjungan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dengan masyarakat tanpa memandang perbedaan pilihan politik.
"Ini harus dimaknai sebagai ruang terbuka untuk membangun komunikasi, menyampaikan aspirasi, dan memperkuat hubungan antara NTT dan pemerintah pusat," katanya.


















