Dramatis! Kapal dengan Tujuh Kru Mati Mesin di Pulau Pemana NTT

- KM Rengganis mati mesin saat berlayar dari Pulau Sukun menuju Maumere di perairan Tanjung Watu Manuk dan Pulau Pemana, NTT, membuat tujuh kru terombang-ambing.
- Tim SAR Gabungan memperluas pencarian setelah kapal tak ditemukan di titik awal, lalu mendeteksi KM Rengganis pada pukul 17.31 WITA.
- Tiga kru dievakuasi ke daratan, sementara empat kru memperbaiki mesin di kapal; seluruh korban selamat dan operasi SAR yang melibatkan sejumlah instansi resmi ditutup.
Kupang, IDN Times - Operasi penyelamatan dramatis dilakukan Tim SAR Gabungan terhadap kapal motor (KM) Rengganis yang mengalami mati mesin di perairan antara Tanjung Watu Manuk dan Pulau Pemana, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (27/7/2026). Sebanyak 7 orang kru kapal sempat terombang-ambing di tengah laut sebelum akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman menjelaskan bahwa informasi diterima pertama kali dari pelapor bernama Julaeman.
Berdasarkan laporan tersebut, diperoleh informasi bahwa KM Rengganis awalnya bertolak dari Pulau Sukun dengan tujuan akhir Maumere. Namun di tengah perjalanan, mesin kapal mengalami kendala fatal hingga mati total.
1. Kapal sempat tidak ditemukan di titik awal

Kantor SAR Maumere langsung mengerahkan Tim SAR Gabungan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi kejadian. Fathur menjelaskan pencarian sempat menghadapi kendala karena kapal tidak langsung ditemukan pada titik awal, tim akhirnya memperluas area penyisiran.
"Pada pukul 17.31 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mendeteksi keberadaan KM Rengganis pada koordinat 8°18'54.03" S - 122° 7'18.34" E," kata dia.
2. Tiga kru kapal dievakuasi ke daratan

Dia menyebutkan sebanyak 3 orang kru kapal langsung dievakuasi terlebih dahulu menuju daratan terdekat menggunakan sarana SAR. Sementara itu, 4 orang kru lainnya memilih tetap berada di atas kapal guna melakukan perbaikan mesin KM Rengganis.
"Tim SAR Gabungan melaksanakan Evakuasi terhadap 3 orang menuju daratan terdekat dan sementara 4 orang crew kapal melakukan standby untuk perbaikan terhadap kapal KM Rengganis. Hingga tibanya di pelabuhan dengan seluruh korban dinyatakan selamat," terangnya.
3. Operasi pencarian libatkan berbagai unsur

Fathur menambahkan bahwa seluruh rangkaian operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur. Mulai dari Lanal Maumere, Polres Sikka, hingga Ditpolairud Maumere, serta didukung peralatan medis, palsar air, dan alat komunikasi yang memadai.
"Dengan dievakuasinya seluruh korban serta terkendalinya situasi di lapangan, Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing," tandasnya.


















