Dropping air bersih ke Gili Trawangan oleh Pemda Lombok Utara. (dok. Istimewa)
Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) NTB itu meminta seluruh pemangku kepentingan mulai dari Pemda Lombok Utara, Pemprov NTB dan pemerintah pusat menyamakan mindset dalam menjaga kondusivitas destinasi pariwisata yang ramai dikunjungi turis mancanegara tersebut.
Kondisi krisis air bersih yang terjadi saat ini telah merusak citra pariwisata Gili Trawangan di mata wisatawan mancanegara. Untuk itu dibutuhkan penanganan yang cepat agar krisis air bersih segera tertangani.
"Intinya mindset antar stakeholders semuanya harus sama mulai dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat, semua pihak termasuk industri bagaimana kita minimal menjaga kondusivitas destinasi. Karena ini kan kondisi tidak kondusif, ini sudah jelas menjadi buah bibir wisatawan. Sudah terjadi, sekarang mengembalikan itu tidak mudah," kata dia.
Menyikapi persoalan krisis air bersih di Gili Trawangan,Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Dinas Pariwisata, serta Dinas Lingkungan Hidup. Iqbal mengatakan bahwa persoalan air di kawasan Gili Trawangan tidak sederhana karena bersinggungan langsung dengan aspek regulasi, izin lingkungan, serta proses hukum yang sedang berjalan.
Kendati demikian, pemenuhan kebutuhan pokok air bersih bagi warga dan wisatawan tetap harus diutamakan. Untuk menjaga kelangsungan pelayanan publik dan sektor pariwisata, Pemprov NTB mendorong skema diskresi operasional bagi perusahaan penyedia air bersih selama kurun waktu enam bulan ke depan. Opsi ini disiapkan sebagai solusi transisi agar pasokan air dapat segera mengalir sembari proses penyelesaian hukum dan perizinan ditempuh.
Langkah kedaruratan tersebut juga telah dikomunikasikan secara langsung oleh Gubernur Iqbal kepada Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Menteri Lingkungan Hidup, kata Iqbal, menyampaikan komitmen untuk membantu mencarikan solusi. Pemprov NTB selanjutnya akan memformalkan langkah tersebut melalui koordinasi dan surat resmi antar-lembaga.
Dalam pembicaraan tersebut, pihak kementerian menyetujui dan mendukung upaya pencarian solusi darurat atas kondisi krisis air di pulau wisata tersebut. "Dua hari lalu saya sudah berbicara langsung dengan Pak Menteri Lingkungan Hidup untuk menjelaskan situasi kedaruratan (emergency) ini. Suplai air harus tetap berjalan karena menyangkut kehidupan masyarakat, pelayanan publik, dan keberlangsungan sektor pariwisata," kata Iqbal.
Atas ketidaknyamanan yang terjadi, Iqbal menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, pelaku usaha pariwisata, hingga para wisatawan. Pihaknya berjanji bersama seluruh pemangku kepentingan akan memastikan air bersih kembali mengalir normal dalam satu hingga dua hari ke depan.
Sebagai penanganan jangka pendek sambil menunggu jaringan pipa utama berfungsi penuh, Pemda Lombok Utara telah menerjunkan bantuan pengiriman (dropping) air bersih secara berkala untuk kebutuhan harian warga di Gili Trawangan.
Mengalirkan kembali jaringan air bersih yang ada dinilai sebagai pilihan paling realistis untuk jangka pendek hingga beberapa bulan mendatang. Namun, Pemprov NTB menegaskan bahwa skema ini bersifat sementara hingga ditemukannya penyelesaian yang permanen dan sah secara hukum.