Polairud Mabar Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Minyak Tanah Subsidi ke Bima

- Sat Polairud Manggarai Barat menggagalkan penyelundupan 1.749 liter mitan subsidi ke Bima dan mengamankan tiga truk berisi barang bukti di Pelabuhan Feri Labuan Bajo.
- Operasi bermula dari laporan warga tentang truk yang sering membawa mitan, hingga polisi menemukan ribuan botol berisi mitan tersimpan dalam dus besar di dua truk tambahan.
- Mitan dibeli murah di Lembor untuk dijual mahal di Bima, dengan modus penyimpanan dalam botol air mineral; pemilik utama Safril Imam melarikan diri dan masih diburu polisi.
Kupang, IDN Times - Satuan Polisi Air dan Udara Polres Manggarai Barat (Sat Polairud Manggarai Barat) menggagalkan 1.749 liter atau sekitar 1,7 ton bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis minyak tanah (mitan) ke Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala BKO (KBO) Sat Polairud Polres Manggarai Barat, IPDA Henro Manurung membenarkan operasi penyelundupan ini dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026). Ia menyebut seluruh barang bukti itu diamankan bersama tiga unit truk di Pelabuhan Feri Labuan Bajo.
1. Berawal dari laporan masyarakat

Ia mengungkapkan operasi penyelundupan ini berawal dari informasi yang diterima dari masyarakat. Laporan itu menyebut adanya sebuah truk yang kerap membawa mitan dari Mabar menuju Bima.
“Dari informasi itu kami melakukan penyelidikan dan menurunkan personel untuk melakukan penindakan di Pelabuhan Feri Labuan Bajo,” jelas Henro.
Personel Sat Polairud kemudian memeriksa sebuah truk biru putih bernomor polisi DK 8924 JK di kawasan pelabuhan pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 00.45 WITA. Seorang sopir Heri Hidayat (22) dan seorang pria Hairul Anas (23) yang berasal dari Kabupaten Bima ini kemudian diamankan.
2. Dioper antartruk

Awalnya, polisi hanya mendapati 335 tabung LPG kosong ukuran 12 kilogram dan bukannya mitan dalam truk tersebut. Keduanya pun diinterogasi hingga mengaku bahwa mitan sebelumnya dimuat di Kampung Bambor, Desa Nampar Macing, Kecamatan Mbeliling. Polisi kemudian mengetahui bahwa mitan itu telah dipindahkan ke truk lain di Labuan Bajo. Petugas lalu memeriksa dua truk lain yang terparkir di Pelabuhan Feri yakni truk EA 8442 WA dan truk EB DR 8429 DM.
Dalam pemeriksaan tersebut, jelas Henro, polisi mitan yang sudah disimpan dalam botol air mineral ukuran 1,5 liter dan dikemas dalam dus besar.
"Total barang bukti yang diamankan mencapai 1.749 liter mitan yang terdiri dari 1.675,5 liter milik Safril Imam yang dikemas dalam 1.117 botol atau 20 dus dan 73,5 liter milik Farida Yusuf, dikemas dalam 49 botol atau 3 dus. Tiga unit truk ini yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM tersebut juga diamankan," jelasnya.
3. Pemilik utama melarikan diri

Dalam pemeriksaan polisi diketahui mitan tersebut diduga dibeli dari agen di wilayah Lembor, Mabar dengan harga sekitar Rp5.000 per liter untuk dijual kembali di Bima dengan harga Rp13.000 per liter.
“Dijual lagi dengan harga tinggi dan modus yang digunakan adalah menyimpan minyak tanah dalam botol ukuran 1,5 liter yang dimasukkan ke dalam dus besar agar tidak menimbulkan kecurigaan saat pemeriksaan di pelabuhan,” ujarnya.
Ia juga menyebut Safril Imam, yang diduga sebagai pemilik utama mitan tersebut, melarikan diri saat hendak diamankan.
"Saat ini masih dalam pengejaran sementara seluruh barang bukti sudah kami amankan di Polres Manggarai Barat untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Henro.
Dalam kasus ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan terduga pelaku yang telah diamankan.



![[QUIZ] Tipe Pasangan Seperti Apa yang Cocok untuk Kepribadian Sanguinis?](https://image.idntimes.com/post/20260107/pexels-nayla-bernardes-1673442920-31838676_43b53ef2-4e01-4e92-987e-0b4e93c28765.jpg)







![[QUIZ] Tipe Pasangan Apa yang Paling Cocok untuk Kepribadian Ekstrovert?](https://image.idntimes.com/post/20260108/pexels-vlada-karpovich-4873541_93b44dfa-02c7-4b88-89e5-b853de3a0cff.jpg)





![[QUIZ] Pasangan Seperti Apa yang Cocok untuk Kepribadian Koleris?](https://image.idntimes.com/post/20260109/pexels-yuricatalano-127420_88c2e86d-78cb-481b-875e-8c20e8d04e9c.jpg)
