Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Peternak Rugi, Bupati Lombok Timur Ultimatum Perusahaan Mitra
Bupati Lombok Timur saat menggelar rapat koordinasi dengan Perusahaan Mitra Peternak (IDN Times/Ruhaili)
  • Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengancam menutup perusahaan mitra yang merugikan peternak akibat distribusi DOC berkualitas rendah dan praktik tidak adil dalam kemitraan.
  • Peternak mengeluhkan DOC apkir, ketidakjelasan harga pasar, serta penundaan panen sepihak yang menyebabkan kerugian besar bagi mereka di Lombok Timur.
  • Pemerintah daerah menegaskan pentingnya bibit unggul dan pembinaan intensif bagi peternak, termasuk penggunaan energi alternatif agar produksi ayam tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Timur, IDN Times - Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengancam akan menutup perusahaan mitra yang dinilai merugikan peternak ayam broiler maupun petelur. Ancaman ini muncul setelah adanya keluhan terkait kualitas bibit ayam Day Old Chick (DOC) yang diterima peternak.

DOC merupakan istilah untuk anak ayam yang baru menetas dan berusia satu hari, yang digunakan sebagai bibit awal dalam peternakan ayam pedaging maupun petelur. Setelah mendengar langsung keluhan para peternak soal dugaan perlakuan tidak adil, Warisin menegaskan akan menindak tegas perusahaan yang terbukti merugikan masyarakat.

1. Keluhkan DOC apkir

Ilustrasi peternak ayam (IDN Times/Asosiasi Peternak Ayam Sumsel)

Para peternak menyoroti praktik sortir DOC yang dinilai merugikan, di mana ayam dengan kualitas buruk justru didahulukan untuk didistribusikan. Mereka bahkan mengaku menerima DOC yang sudah apkir, sehingga berdampak pada hasil ternak yang tidak optimal.

Selain itu, peternak juga mengeluhkan ketidakjelasan harga di pasaran yang cenderung lebih menguntungkan perusahaan. Waktu panen pun kerap diundur secara sepihak, yang pada akhirnya membuat peternak harus menanggung kerugian cukup besar.

"Dropping DOC selama ini lebih banyak berbobot 33 gram, meskipun perusahaan menyebut standar minimal 35 gram," ungkap perwakilan Asosiasi Peternak Ayam Broiler Lombok Timur, Ridatul Yasa.

2. Peringatkan perusahaan siapkan bibit unggul

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin (IDN Times/Ruhaili)

Dalam rapat koordinasi dengan perusahaan Mitra peternak, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin memerintahkan Kepala Dinas Peternakan untuk mendata jumlah kandang. Selain itu, kualitas DOC menjadi perhatian serius dan mengingatkan perusahaan mitra agar memberikan bibit unggul kepada peternak mitra.

Warisin menegaskan tidak akan mentolerir praktik yang merugikan peternak kecil, Rakyat Lombok Timur jangan dijadikan korban.

3. Tidak boleh main-main

Perwakilan perusahaan Mitra peternak mengikuti rapat koordinasi dengan Bupati Lombok Timur (IDN Times/Ruhaili)

Perusahaan dan dinas terkait juga diminta melakukan pembinaan peternak secara intensif, termasuk mengubah perilaku dari penggunaan elpiji 3 kg ke elpiji non-subsidi. Warisin juga akan melihat alternatif penghangat kandang sebagai solusi sementara, salah satunya kompor berbahan bakar oli bekas yang disampaikan oleh salah satu mitra, untuk memastikan tidak berdampak pada kualitas dan pertumbuhan ayam.

"Kasihan peternak yang diberikan DOC apkir. Sumpah saya akan tutup perusahaan itu. Jangan main-main sama rakyat Lombok Timur,” tegas Warisin.

Editorial Team