Alasan Pigai Pilih Orang NTT Pimpin Kantor KemenHAM di Berbagai Wilayah

- Natalius Pigai menempatkan banyak pejabat asal NTT di Kementerian HAM, termasuk sebagai Kepala Kanwil di DKI Jakarta dan Jawa Tengah karena dinilai berkompetensi tinggi.
- Pigai mendorong ASN NTT untuk aktif mengembangkan kesadaran HAM serta berkiprah lebih luas hingga ke posisi strategis di Jakarta.
- Ia menyebut sejumlah pejabat asal NTT yang kini menduduki posisi penting di pusat dan daerah, menjadikan NTT sebagai daerah dengan jumlah pejabat terbanyak di KemenHAM.
Kupang, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengungkap kementeriannya paling banyak diisi oleh pejabat asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak hanya itu, ia juga menempatkan pejabat asal NTT menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM di DKI Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng).
Jateng sendiri merupakan provinsi asal mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Provinsi ini juga sebelumnya dipimpin oleh Ganjar Pranowo.
"Saya angkat orang NTT jadi Kakanwil di Jawa Tengah. Jadi Kakanwil dari Pak Jokowi, Pak Ganjar ya itu orang NTT. Semua saya angkat orang NTT," tukasnya saat berkunjung di Kota Kupang, NTT.
1. Alasan pilih orang NTT

Natalius mengungkap ini saat hadir langsung di Kantor Gubernur NTT guna menandatangani kesepakatan bersama pembangunan pusat studi HAM di NTT, Senin (8/6/2026).
Kakanwil HAM Jateng yang ditempatkannya ialah Mustafa Beleng asal NTT. Pigai mengatakan untuk Kakanwil DK Jakarta juga dipercayakan kepada Mikael Azedo Harwito yang juga asal NTT.
Pigai mengungkap pejabat NTT dipilihnya karena kompetensi yang dinilainya mampu sehingga perlu diberikan kesempatan. Di lain sisi karena ada beberapa permintaan dari Gubernur NTT Melki Laka Lena, teman baiknya semenjak merantau di Yogyakarta.
"Saya angkat semua itu hanya gara-gara Gubernur NTT. Tapi saya bangga karena orang NTT sangat berkompetensi. Staf khususnya bidang media saya orang NTT juga, Thomas Harming Suwarta. Jadi orang NTT sangat berkualitas," tukasnya.
2. Pesan kepada ASN

Pigai pada saat yang sama menginginkan banyak orang NTT dapat berkiprah di Jakarta pada posisi-posisi lebih besar.
"Saya ingin nanti suatu saat orang Indonesia Timur yang hebat-hebat itu harus masuk ke Jakarta, memimpin dan mengelola, tidak hanya di pinggiran," tambah dia.
Ia juga mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di NTT untuk menggaungkan kesadaran HAM lewat berbagai ruang dialog.
"Untuk itu saudara-saudari sekalian pegawai negeri dan pejabat di NTT menjadi prajurit yang mampu membangun minimal dialog atau diskursus tentang Hak Asasi manusia. Itu dulu saja," tukasnya.
3. Sebut beberapa nama

Sebelumnya, Pigai menyebut Kementerian HAM ini baru terbentuk dengan memiliki beberapa kantor wilayah. Baik di posisi pusat hingga di daerah ia memberi kesempatan bagi warga NTT.
Ia juga menyebut beberapa nama yang diingat seperti Yosef Sampurna Nggarang selaku Staf Khusus Stafsus Bidang Pemenuhan HAM; Thomas Suwarta selaku Stafsus Transformasi Digital dan Komunikasi; Stanislaus Wena selaku Stafsus Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional; dan beberapa pejabat lainnya asal NTT.
"Dari semua pejabat yang ada di pusat dan daerah kebetulan NTT pejabatnya banyak, nomor satu di kementerian HAM," tukasnya dia.

















