Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penjagaan Ketat, Semana Santa Larantuka akan Diikuti 2,4 Ribu Peziarah
Ilustrasi Salib (unsplash.com/Yannick Pulver)
  • Semana Santa Larantuka 2026 diikuti sekitar 2,4 ribu peziarah dari dalam dan luar negeri, termasuk peserta lintas agama yang turut berpartisipasi dalam tradisi Katolik berusia lima abad ini.
  • Polda NTT menurunkan 985 personel gabungan untuk mengamankan prosesi darat dan laut, dengan pengawasan langsung Kapolda serta imbauan kepatuhan terhadap aturan keselamatan dan lalu lintas.
  • Sterilisasi lokasi ibadah dilakukan oleh tim Jibom, sementara rekayasa lalu lintas diterapkan sejak Rabu Trewa guna menjaga kelancaran dan keamanan selama perayaan Semana Santa berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1 April 2026

Kapolres Flores Timur memulai rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menjelang Semana Santa. Tim penjinak bom juga melakukan sterilisasi lokasi ibadah.

2 April 2026

Sebanyak 2,4 ribu peziarah terdaftar untuk mengikuti prosesi Semana Santa di Larantuka. Kapolda NTT meninjau kesiapan pengamanan di Kapela Tuan Ma dan memastikan seluruh personel siap menjaga keamanan darat dan laut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Semana Santa Larantuka 2026 digelar untuk memperingati masa Paskah, diikuti sekitar 2.400 peziarah dengan pengamanan ketat oleh hampir seribu personel gabungan dari berbagai instansi.
  • Who?
    Peziarah berasal dari dalam dan luar negeri, termasuk umat Katolik, Protestan, Islam, Budha, dan Hindu. Pengamanan dipimpin Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko serta Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mencakup Gereja Katedral Reinha Rosari, Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, jalur prosesi darat dan laut, bandara serta pelabuhan setempat.
  • When?
    Prosesi Semana Santa dilaksanakan pada pekan Paskah tahun 2026 dengan persiapan dan peninjauan keamanan dilakukan sejak Rabu Trewa tanggal 1 April hingga Kamis 2 April 2026.
  • Why?
    Perayaan ini merupakan tradisi keagamaan Katolik yang telah berlangsung selama lima abad sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa Paskah dan menjadi bagian identitas masyarakat Flores Timur.
  • How?
    Polda NTT menurunkan 985 personel gabungan untuk pengamanan dar
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang datang ke Larantuka buat ikut acara Semana Santa. Ada dua ribu lebih orang dari banyak tempat dan agama, ada yang Katolik, Kristen, Islam, Budha, dan Hindu. Polisi dan tentara jaga supaya aman di darat dan laut. Mereka juga cek kapal dan jalan biar semua orang bisa ibadah dengan tenang dan selamat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Semana Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali digelar memperingati masa Paskah tahun ini. Tradisi Agama Katolik yang sudah berlangsung selama 5 abad ini akan diikuti sekitar 2,4 Ribu peziarah yang terdaftar hingga dengan Kamis (2/4/2206).

Prosesi Semana Santa sendiri akan berlangsung di darat dan laut ini dan untuk itu pengamanan telah dilakukan jauh hari. Polda NTT sendiri telah menurunkan 985 personel gabungan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan khusyuk.

1. Diikuti berbagai umat agama lainnya

Prosesi Semana Santa Larantuka. (instagram.com/atjipto)

Sekretariat Pendataan Peziarah Semana Santa, Randy Diaz mengatakan 2,4 ribu peziarah yang akan mengikuti tradisi peninggalan bangsa Portugis ini berasal dari dalam wilayah NTT hingga luar negeri.

"Jumlahnya lebih banyak perempuan hingga 1.610 orang kemudian 840 laki-laki yang terdaftar. Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) ada 2.431 pendaftar dan 21 pendaftar lainnya adalah Warga Negara Asing (WNA)," terangnya, Kamis (2/4/2026).

Umat Katolik yang tercatat mengikuti prosesi Semana Santa sendiri mencapai 2.352 orang. Ia juga mencatat umat agama lain yang turut berpartisipasi dalam prosesi ini.

"Ada 72 umat Kristen Protestan, 19 umat Islam, 6 umat agama Budha, dan 1 umat agama Hindu. Beberapa lainnya tak mencantumkan agama," jelas dia.

2. Pengawalan darat hingga laut

Kesiapan Ditpolairud Polda NTT mengamankan Semana Santa Larantuka. (Dok Humas Polda NTT)

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko juga telah turun langsung meninjau prosesi Semana Santa di Kapela Tuan Ma, Kamis (2/4/2026), bersama Kapolres Flores Timur dan jajaran pejabat utama Polda NTT lainnya.

Ia memeriksa sejumlah kesiapan yang telah dilakukan. Selain itu diimbau agar seluruh masyarakat dan peziarah mematuhi arahan petugas, terutama terkait pengalihan arus lalu lintas serta aturan keselamatan dalam prosesi laut.

Sebelumnya, ratusan personel telah disiagakan di sejumlah titik penting, mulai dari Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kapela Tuan Ma, Kapela Tuan Ana, hingga jalur prosesi darat dan laut.

Selain itu, pengamanan juga dilakukan di area kedatangan seperti bandara dan pelabuhan, mengingat tingginya mobilitas peziarah selama perayaan berlangsung.

Untuk prosesi laut, Ditpolairud Polda NTT turut dikerahkan guna memastikan keselamatan pelayaran, termasuk pemeriksaan kapasitas kapal.

“Semana Santa bukan hanya milik umat Katolik, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Flores Timur. Keterlibatan semua pihak adalah wujud persatuan,” ungkap Kapolda NTT melalui Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, Kamis (2/4/2026).

3. Sterilisasi lokasi dan rekayasa lalulintas

Proses pengamanan dan sterilisasi kesiapan Semana Santa Larantuka. (Dok Humas Polda NTT)

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra menyatakan seluruh personel dan sarana pendukung telah disiapkan secara maksimal. Tim penjinak bom (Jibom) juga sudah diturunkan untuk melakukan sterilisasi di lokasi ibadah.

Pengamanan ketat ini melibatkan 985 personel gabungan personel dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga organisasi kepemudaan lintas agama.

Pihaknya juga telah memulai rekayasa lalu lintas sejak Rabu Trewa (1 April 2026) guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.

“Kami memastikan seluruh personel dan sarana pendukung siap memberikan rasa aman kepada masyarakat selama pelaksanaan Semana Santa 2026,” tegasnya.

Editorial Team