Ribuan santri NWDI saat menghadiri acara Hultah NWDI tahun 2021 lalu (IDN Times/Ruhaili)
Terkait dukungan NW dan NWDI, Ihsan memprediksi Pilkada 2024 Lotim, tidak akan tergantung pada dukungan elektoral Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) dan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiah (NWDI). Menurutnya, tiga nama tersebut, mempunyai kekuatan elektoral yang sama, karena nama-nama ini merupakan para mantan wakil Bupati Lombok Timur.
Hal itu dilihat saat Pilkada sebelumnya, NW dan NWDI terbukti pernah kalah, sehingga tidak bisa menjamin bahwa dua organisasi besar ini mampu membawa kemenangan bagi bakal calon Bupati. Selain itu jemaah NW dan NWdI tidak terkonsentrasi di Lotim, tapi di semua kabupaten kota di NTB.
"Seperti NW pada Pilkada 2008 pernah dikalahkan oleh Ali BD yang waktu itu menggunakan jalur independen, kemudian NWDI Juga tidak bisa mengantarkan Syamsul Lutfi pada Pilkada Lotim 2018, termasuk juga yang didukung sepenuhnya oleh NW juga terbukti kalah," ungkapnya.
Menurutnya, organisasi hanya sebagai pelengkap elektoral, mengingat basis masih sangat cair. Terutama para jemaah yang terkadang masih mengambang terkait arah dukungan. Jika diibaratkan dari 100 kemungkinan hanya 30 yang mendukung.
Menurutnya, yang harus dilakukan oleh para bakal calon yakni bagaimana mendapatkan tiket dari partai politik agar dapat mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bukannya harus fokus memperebutkan dukungan elektoral ormas, karena dukungan parpol merupakan syarat mutlak untuk jadi calon Bupati.
"NW dan NWDI Tidak memilik pengaruh signifikan terhadap elektoral. Saya melihat itu bagus dipertimbangkan tetapi tidak bisa jadi penghambat. Sehingga ini jangan menjadi ketakutan berlebihan para bakal calon, karena sesungguhnya politik itu tergantung konsolidasi dan logistik," ujarnya.