Pendaki Alami Hipotermia, Taman Nasional Mutis di NTT Ditutup Sementara

- BBKSDA NTT menutup sementara Taman Nasional Mutis Timau hingga awal Maret 2026 setelah insiden pendaki mengalami hipotermia di kawasan konservasi tersebut.
- Penutupan dilakukan untuk pemeliharaan dan pemulihan ekosistem, disertai penerapan sistem kuota guna mengendalikan jumlah pengunjung selama masa pembatasan.
- Pihak BBKSDA mengimbau pendaki agar selalu menjaga keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca ekstrem, serta menghormati alam saat beraktivitas di kawasan Mutis.
Kupang, IDN Times - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) membenarkan akan adanya penutupan Taman Nasional Mutis Timau di Pulau Timor hingga awal Maret 2026 mendatang.
BBKSDA NTT juga membenarkan sebelumnya ada salah satu pendaki yang mengalahkan hipotermia saat berada di kawasan konservasi tersebut. Kejadian ini sudah berlangsung sepekan lalu sebelum penetapan waktu penutupan kunjungan Taman Nasional ini.
1. Sudah kembali ke Kupang

Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA NTT, Wantoko, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pendaki tersebut telah mendapat perawatan secara medis.
“Betul bahwa kemarin ada 1 orang pendaki yang terkena hipotermia. Sempat ditangani di puskesmas sesaat, setelah itu yang bersangkutan sudah pulih kembali dan diperkenankan pulang ke Kupang,” jawab Wantoko, Senin (23/2/2026).
Hipotermia merupakan kondisi di mana suhu inti tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius akibat paparan cuaca dingin dan basah tanpa perlindungan memadai.
2. Penutupan dan sistem kuota

BBKSDA NTT kembali menegaskan penutupan kunjungan sementara ini diputuskam dalam rangka pemeliharaan dan pemulihan ekosistem kawasan pada Taman Nasional Mutis Timau. BBKSDA NTT juga menerapkan pembatasan melalui sistem kuota pendakian guna mengendalikan jumlah pengunjung.
“Sementara kunjungan wisata dan pendakian ditutup mulai 26 Februari sampai 9 Maret 2026 tujuannya untuk maintenance dan recovery lingkungan,” jelas Wantoko.
Ia menjelaskan kunjungan ke Mutis rata-rata berkisar 70–100 orang setiap Sabtu dan Minggu apalagi pada akhir pekan dan hari libur nasional. Mayoritas wisatawan datang untuk menikmati hutan Ampupu, Padang Lelofui, hingga mendaki Puncak Mutis.
3. Imbau warga jaga keselamatan dan hindari kondisi ekstrem

Wantoko mengingatkan para pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan saat mendaki gunung di kawasan Mutis. Kawasan ini memiliki luas sekitar 78.789 hektare dan menjadi salah satu bentang alam penting di Pulau Timor.
"Ini bukan tentang menaklukkan puncak, melainkan menaklukkan diri sendiri dan menghormati alam. Utamakan keselamatan, nikmati setiap proses menuju puncak, dan bawalah kembali sampahmu turun,” tegasnya.
Sebelumnya, informasi mengenai warga yang terkena hipotermia di Mutis juga beredar di media sosial. Dalam unggahan itu diimbau agar calon pengunjung untuk menunda perjalanan ke Mutis karena cuaca yang tidak bersahabat.


















