Kantor Golkar Ngada Hangus Terbakar pada Dini Hari, Polisi Amankan CCTV

- Kebakaran dini hari di MIS Al Ghuraba Bajawa meluas hingga membakar kantor DPD Golkar Ngada dan dua rumah warga, tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Api bermula dari ruang kelas 2B sekolah yang berbahan mudah terbakar, menjalar cepat ke seluruh bangunan termasuk perpustakaan, musala, dan dapur.
- Polisi telah melakukan olah TKP serta mengamankan CCTV dan barang bukti lain untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran dengan total kerugian sekitar Rp300 juta.
Kupang, IDN Times - Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Kabupaten Ngada dan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Ghuraba Bajawa, Nusa Tenggara Timur (NTT) habis terbakar Kamis (4/6/2026) dini hari.
Kebakaran ini diduga berasal dari salah satu ruang kelas sekolah tersebut kemudian kebakaran membesar sehingga berdampak ke dua rumah warga lainnya.
"Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp300 juta," jelas Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
1. Bangunan mudah terbakar

Ia menyebut kebakaran ini mulai terjadi pada pukul 03:00 WITA dari ruang kelas 2B yang dengan cepat merambat ke seluruh bagian sekolah termasuk perpustakaan. Area yang terbakar juga termasuk perpustakaan, musala, gudang, kamar tidur dan dapur yang berada di sekolah yang ada di kompleks MIS Al Ghuraba, Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Kisanata, Kecamatan Bajawa.
"Apalagi bangunan sekolah ini terbuat dari bahan mudah terbakar seperti tripleks dan bambu cincang, kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan," jelas dia.
Kobaran api yang membesar pun menjalar hingga ke kantor Sekretariat Partai Golkar Kabupaten Ngada yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
2. Keterangan korban

Api juga merambat hingga rumah warga milik Aipda Ramsi Abbas dan rumah Fatimah Pua Geno/Hasan Basri yang berdekatan dengan sekolah.
Ramsi menyebut sekolah tersebut berada tepat di belakang rumahnya. Ia segera berlari ke Mapolres Ngada untuk meminta bantuan agar petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi setelah membangunkan seluruh keluarganya untuk evakuasi.
Tak jauh berbeda dengan Ramsi, Hasan yang juga guru sekaligus penjaga malam sekolah MIS Al Ghuraba, kaget melihat atap bangunan sudah dilalap api. Sebelumnya ia sempat mendengar suara namun mengira ada warga yang sedang memasak.
"Warga sekitar berupaya memadamkan api yang muncul sebisanya saat api menjalar hingga petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Pemadaman berhasil dilakukan sepenuhnya sekitar pukul 05.09 WITA," jelas dia.
3. Amankan CCTV

Ia mengemukakan petugasnya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit CCTV, kompor minyak tanah, serta tumpukan arang kayu.
"Kami masih mendalami sumber api dan menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran ini," tambah dia.
Ia memastikan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya berdampak pada kerugian materil diperkirakan mencapai Rp300 juta.


















