Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dapur MBG di Kupang Dilarang Pakai LPG 12 Kg

Dapur MBG di Kupang Dilarang Pakai LPG 12 Kg
Dapur MBG Kelapa Lima Kota Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula
Share Article

Kupang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lagi menggunakan LPG 12 kilogram (kg) untuk operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini bertujuan agar penggunaan gas bersubsidi lebih tepat sasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kupang, Alfred Lakabela, mengatakan dapur MBG diarahkan beralih menggunakan LPG 50 kg. Pemkot Kupang telah menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui surat edaran kepada seluruh SPPG dan pembentukan satuan tugas khusus untuk pengawasannya.

1. Tugas satgas

WhatsApp-Image-2569-03-08-at-04.39.53.jpeg
Stok tabung gas LPG yang tiba di Kupang. (Dok Pertamina Jatimbalinus)

Alfred menegaskan langkah ini harus diambil Pemkot Kupang akibat berkurangnya stok LPG terutama 12 kg. Menurutnya untuk penggunaan masif di SPPG sudah sepantasnya menggunakan yang 50 kg.

"Supaya tidak berdampak pada stok LPG 12 dan 5,5 kilogram yang sudah menjadi kebutuhan harian masyarakat," jelas dia (5/6/2026).

Selanjutnya, Pemkot Kupang melalui satgas tersebut akan mengawasi distribusi LPG hingga ke tingkat pengecer guna mencegah praktik penimbunan, penjualan di atas harga eceran tertinggi, maupun digunakan oleh SPPG.

Ia sebelumnya mendapat laporan soal 1.000 tabung LPG ukuran 12 dan 5,5 kg yang siap didistribusikan di Kota Kupang. Namun begitu ia mengungkap adanya agen tak resmi yang harus ditindak.

2. Kenaikan hingga Rp485 ribu

images (1).jpeg
Stok tabung gas LPG yang tiba di Kupang. (Dok Pertamina Jatimbalinus)

Ia mencatat adanya kenaikan harga di tingkat pengecer saat LPG ukuran 12 dan 5,5 kg langka. Untuk tabung 12 kg mencapai Rp485 ribu dari sebelumnya Rp 360 ribu.

Sebelumnya, ia menyebut telah menggelar rapat bersama berbagai pihak termasu Pertamina untuk mencari solusi atas kelangkaan ini. Ia berharap dengan adanya langkah pengalihan penggunaan LPG ke tabung 50 kilogram bagi dapur MBG akan berdampak pada ketersediaan stok bagi masyarakat.

"Supaya pasokan kita lebih stabil dan harganya di tengah masyarakat bisa terkendali lagi," ujarnya.

3. Didukung DPRD

IMG_20260310_195546.jpg
Stok tabung gas LPG yang tiba di Kupang. (Dok Pertamina Jatimbalinus)

Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Randi Daud, mendukung langkah Pemkot Kupang untuk menstabilkan stok dan harga LPG di masyarakat. Politisi Partai Golkar itu meminta seluruh pengelola dapur MBG mulai beralih menggunakan LPG 50 kg.

Kehadiran dapur MBG saat ini, sebutnya, mempengaruhi stok LPG apalagi ditambahi dengan situasi global saat ini. Kebutuhan harian masyarakat maupun pelaku usaha sangat bergantung pada LPG 12 dan 5,5 kg.

"Karena satu hari saja satu dapur bisa menggunakan beberapa tabung gas elpiji sehingga tentunya akan berdampak pada stok yang ada di lapangan, sementara masyarakat yang membutuhkan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari tidak lagi mudah mendapatkan gas elpiji 12 kilogram," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Inspektorat Tambah Tim, Audit Tiga Pabrik Mangkrak Era Gubernur Zul

05 Jun 2026, 19:57 WIBNews