Mataram, IDN Times - Sejumlah pemerintah daerah telah mengeluarkan larangan untuk kegiatan study tour pasca kecelakaan maut yang melibatkan rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Namun, di Nusa Tenggara Barat (NTB), pemerintah daerah setempat punya kebijakan berbeda soal program study tour di SMA/SMK.
Penjabat Sekda NTB Ibnu Salim mengatakan, bahwa kecelakaan maut yang menimpa rombongan study tour SMK Lingga Kencana Depok bersifat kasuistis. Ia menegaskan, jika kegiatan study tour memiliki penanggung jawab yang jelas, travel yang terpercaya, tujuan yang jelas, dan mematuhi SOP yang ditetapkan, maka sekolah diperbolehkan melaksanakan kegiatan tersebut.
"Jika penanggung jawab, travel, tujuan, dan SOP sudah jelas dan direncanakan dengan baik, maka kegiatan study tour dapat dilakukan," kata Ibnu saat dikonfirmasi di Mataram, Selasa (21/5/2024).
