Pemkab Manggarai Timur Liburkan Semua Sekolah usai Gempa M 7,7

- Pemkab Manggarai Timur menetapkan siaga pascagempa magnitudo 7,0 di timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kewaspadaan terhadap potensi tsunami dan langkah cepat lintas perangkat daerah.
- Seluruh sekolah di Manggarai Timur diliburkan sampai pemberitahuan lanjut, sementara BPBD memantau situasi serta berkoordinasi dengan BMKG, TNI/Polri, Basarnas, kecamatan, dan desa.
- Dinas terkait menyiapkan layanan kesehatan, ambulans, transportasi, pemantauan infrastruktur, logistik pengungsian, serta informasi resmi; warga diminta menjauhi pantai saat gempa kuat atau evakuasi.
Kupang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Sekretaris Daerah, Winsensius Tala, mengimbau seluruh pimpinan perangkat daerah untuk siaga dan meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta mengambil langkah cepat sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Arahan tersebut disampaikan melalui pemberitahuan resmi terkait kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan potensi tsunami pascagempa berkekuatan magnitudo 7,0 yang melanda wilayah Pulau Flores dan berpusat di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Sebelumnya, telah terjadi gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT.
Dalam arahan tersebut, seluruh perangkat daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari meliburkan sekolah hingga menyiagakan ambulans dan memastikan ketersediaan obat-obatan. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi kemungkinan dampak gempa terhadap masyarakat.
1. Sekolah libur, sistem siaga aktif

Reruntuhan di Pelabuhan Maumere akibat gempa 7,7 magnitudo. (Dok Istimewa) Dalam instruksinya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur diarahkan untuk segera meliburkan seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 dan potensi tsunami.
"Sampai terdapat pemberitahuan lebih lanjut, serta memastikan seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan warga sekolah berada dalam kondisi aman," tukasnya.
Kemudian, Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Timur diwajibkan mengaktifkan sistem kesiapsiagaan kebencanaan.
"Dan memantau perkembangan gempa dan potensi tsunami, berkoordinasi dengan BMKG, TNI/Polri, Basarnas, pemerintah kecamatan dan desa, serta melaporkan perkembangan situasi secara berkala," ujarnya.
2. Arahkan kadis kesehatan hingga PUPR siaga

Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, terdampak gempa 15 Agustus 2026. (Dok Istimewa) Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur diarahkan memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis, ambulans, obat-obatan, serta sarana pendukung dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Manggarai Timur diminta memastikan kesiapan sarana transportasi serta mendukung pengaturan mobilitas dan evakuasi masyarakat apabila diperlukan.
"Khususnya pada wilayah yang berpotensi terdampak," tambah dia.
Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur diarahkan untuk segera melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur strategis. Terutama jalan, jembatan, bangunan publik, serta infrastruktur yang berada di wilayah pesisir dan berpotensi terdampak.
3. Siapkan logistik pengungsian

Rumah warga, Kabupaten Manggarai, terdampak gempa 15 Agustus 2026. (Dok Istimewa) Kepala Dinas Sosial Manggarai Timur juga diarahkan untuk menyiapkan langkah antisipasi kebutuhan dasar masyarakat apabila terjadi evakuasi, termasuk tempat pengungsian, logistik, dan dukungan sosial. Ia juga mengarahkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Manggarai Timur untuk memastikan penyampaian informasi kepada masyarakat dilakukan secara cepat, akurat, terkoordinasi, dan hanya berdasarkan sumber resmi.
"Hindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi," tegasnya.
Sementara para camat diwajibkan berkoordinasi dengan kepala desa, lurah, aparat keamanan, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, dan tokoh masyarakat untuk memastikan kesiapsiagaan serta keselamatan masyarakat di wilayah masing-masing.
"Seluruh pimpinan agar segera memastikan keberadaan dan keselamatan ASN serta tenaga pendukung masing-masing, mengaktifkan komunikasi internal, dan memastikan personel kunci dapat dihubungi sewaktu-waktu," tukasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, tetapi siaga dan responsif, dan apabila terjadi gempa kuat atau terdapat instruksi evakuasi, segera menjauh dari wilayah pantai.
"Dan menuju tempat yang lebih tinggi atau aman sesuai arahan BPBD dan informasi resmi BMKG. Mohon seluruh instruksi tersebut segera ditindaklanjuti. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Mari kita menghadapi situasi ini dengan tenang, cepat, terkoordinasi, dan berbasis informasi resmi," tukasnya.


![[BREAKING] Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Labuan Bajo pada 15 Agustus 2026](https://image.idntimes.com/post/20260815/whatsapp-image-2026-08-15-at-06_92933435-4986-4e8e-b90b-e8209639b6dc.jpeg)
![[BREAKING] Peringatan Dini Tsunami untuk NTT, Sulsel, NTB dan Sultra](https://image.idntimes.com/post/20260815/whatsapp-image-2026-08-15-at-06_fc920820-62c6-46e5-9028-0da752765ce1.jpeg)
![[BREAKING] Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Timur Laut Mbay-Nagekeo NTT](https://image.idntimes.com/post/20260815/whatsapp-image-2026-08-15-at-06_d69c6e24-7dc0-446c-9ccb-e722da3608f9.jpeg)












