Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Warga Flores NTT Panik Listrik Tiba-tiba Padam dan Bangunan Runtuh

Kota Kupang
Warga Flores NTT Panik Listrik Tiba-tiba Padam dan Bangunan Runtuh
Reruntuhan di Pelabuhan Maumere akibat gempa 7,7 magnitudo. (Dok Istimewa)
  • Gempa beruntun mengguncang Flores pada Sabtu pagi, dengan gempa terbesar M7,0 di timur laut Mbay, Nagekeo, disusul M6,2 dan beberapa gempa kecil.
  • Warga di Sikka dan wilayah Flores panik, meninggalkan rumah untuk berkumpul di tempat aman; listrik padam, sejumlah sekolah meliburkan murid, dan pelabuhan dilaporkan rusak.
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami: sejumlah wilayah berstatus Siaga diminta segera evakuasi, sementara warga di area Waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times – Gempa beruntun mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa terbesar berkekuatan magnitudo 7,0 yang memicu peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Setelah gempa pertama ini, gempa dengan magnitudo 6,2 dan masih terjadi beberapa gempa kecil susulan lainnya.

Berdasarkan informasi WRS-BMKG yang diterima pagi ini gempa pertama terjadi pada pukul 05.58.23 WITA, berkekuatan magnitudo 7,0 pada kedalaman 10 kilometer di koordinat 8,33 Lintang Selatan dan 121,32 Bujur Timur, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Hingga dengan saat ini masyarakat di Pulau Flores termasuk Kabupaten Sikka masih berkumpul di luar rumah karena panik dan takut akan gempa lebih besar.

  1. 1. Warga panik, masih terasa gempa susulan

    Tangkapan layar paparan BMKG berisi peringatan model tsunami untuk wilayah Flores dan informasi terkait potensi bahaya.
    BMKG papar peringatan model tsunami di wilayah Flores. (Dok BMKG)

    Luna, salah seorang guru di Sikka menyatakan gempa tersebut sangat terasa sehingga masyarakat berlari meninggalkan rumah. Mereka berkumpul di luar rumah karena ketakutan.

    "Kami sangat takut," jawabnya singkat saat dihubungi.

    Ia tidak bisa menjelaskan lebih detail kondisi yang terjadi karena panik. Menurutnya semua orang sudah bersiap-siap bila ada peringatan tsunami. Warga keluar dari rumah dan mencari tempat yang lebih aman untuk evakuasi.

    "Karena masih rasa goyang (gempa) terus," ungkapnya.

  2. 2. Listrik padam dan sekolah libur

    Kondisi Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka yang terdampak gempa pada 15 Agustus 2026, berdasarkan dokumentasi.
    Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, terdampak gempa 15 Agustus 2026. (Dok Istimewa)

    Hal yang sama disampaikan Beatrix yang tinggal di wilayah Patisomba, Sikka. Ia menyebut warga sangat panik dan masyarakat berkumpul di halaman gereja terdekat. Warga terpantau tidak beraktivitas seperti biasa dan berkumpul di tempat yang dirasa aman. Beberapa sekolah juga telah mengumumkan adanya libur karena situasi darurat.

    "Dan sampai dengan saat ini listrik padam. Semua warga sudah panik, berhenti aktivitas," tukasnya.

    Sementara Erdin, salah seorang pegawai di Sikka juga menyatakan kepanikan yang sama. Warga disebutnya meninggalkan rumah dan berdoa karena takut akibat gempa yang masih terasa.

    "Karena dari pelabuhan juga sudah rusak saat gempa tadi sebelum kapal sandar," ungkapnya.

  3. 3. Penumpang di pelabuhan panik

    Pelabuhan Maumere di Kabupaten Sikka terdampak gempa pada 15 Agustus 2026, dengan area fasilitas pelabuhan di tepi laut.
    Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, terdampak gempa 15 Agustus 2026. (Dok Istimewa)

    Sementara dari sejumlah video yang beredar memperlihatkan kerusakan yang masif di Pelabuhan Maumere, Sikka, saat masih adanya penumpang dan petugas. Tampak huru-hara masyarakat yang berupaya menyelamatkan diri dan barang bawaan mereka ke tempat yang aman dari reruntuhan gedung.

    Berdasarkan pemodelan BMKG, Ngada bagian utara masuk wilayah yang berpotensi tsunami dengan status Waspada. Dalam pembaruan peringatan, BMKG juga mencantumkan sejumlah wilayah berstatus Siaga, yakni Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara, dan Sikka bagian utara. Status Siaga juga diberlakukan untuk Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng di Sulawesi Selatan.

    BMKG merekomendasikan pemerintah daerah yang berada dalam status Siaga untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi. Warga di wilayah Waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More