Pemkab Bima Tunggu Petunjuk Teknik tentang Program Makan Siang Gratis

Bima, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung program makan siang gratis di sekolah yang digagas oleh pemerintah pusat. Pemkab Bima siap menerapkan program ini dalam bentuk kegiatan atau inisiatif serupa di tingkat daerah.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Jika program nasional ini diimplementasikan, pemerintah daerah siap menjabarkannya melalui program dan kegiatan di tingkat lokal," ujar Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Bima, Suryadin, pada Kamis (24/10/2024).
1. Tunggu surat resmi dari pusat

Suryadin menjelaskan, jika Pemkab Bima menerima surat resmi dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan program makan siang gratis ini, maka Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan segera membahas implementasinya. Pembahasan tersebut akan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan program berjalan lancar.
"Pemerintah daerah melalui instansi teknis akan melakukan koordinasi dan pembahasan lebih lanjut terkait kebijakan pusat ini di tingkat daerah," tambahnya.
2. Formula alokasi anggaran menunggu petunjuk pusat

Terkait sumber anggaran untuk membiayai program prioritas Prabowo-Gibran ini, Pemkab Bima masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat. Biasanya, juknis dan juklak tersebut diterbitkan oleh kementerian terkait untuk memastikan alokasi dana yang tepat.
"Kami masih menunggu petunjuk teknis dan pelaksanaan dari kementerian terkait untuk formula alokasi anggarannya," jelas Suryadin, yang akrab disapa Yan.
3. Sejumlah daerah telah melakukan uji coba makan siang gratis

Program makan siang gratis di sekolah ini merupakan salah satu program unggulan Prabowo-Gibran. Inisiatif ini telah diuji coba di berbagai daerah di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, Kolaka Utara, Tangerang, Lombok Timur, Pekanbaru, Sumedang, Bandung, dan Karawang.
Program ini dinilai sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan dalam pemenuhan gizi anak-anak di sekolah.
Pemkab Bima berharap, dengan adanya program ini, kualitas hidup dan pendidikan di wilayahnya dapat meningkat, serta turut membantu mewujudkan SDM yang lebih baik di masa depan.



















