Selain Pakai Pawang, 1,4 Ton Garam Ditebar Cegah Hujan saat MotoGP

Modifikasi cuaca dari segala lini

Lombok Tengah, IDN Times - Sejak kemarin pawang hujan Rara Isti Wulandari telah melakukan ritual di Mandalika. Selain menggunakan jasa pawang, sebanyak 1,4 ton garam akan ditebar untuk mencegah hujan saat race pamungkas MotoGP 2022, Minggu (20/3/2022).

Pada Jumat dan Sabtu kemarin, pawang hujan sudah melakukan ritual untuk mencegah hujan badai. Meski sempat terjadi hujan pada pagi hari, namun Rara Isti Wulandari menyebut bahwa itu sudah sesuai dengan permintaan dari para pembalap.

Sementara itu, penebaran garam di atas langit NTB merupakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara dan lainnya.

Dengan penebaran garam di atas awan, diharapkan balapan hari terakhir MotoGP Mandalika berjalan lancar dan sukses.

1. Tebar 1,4 ton garam di hari terakhir balapan MotoGP

Selain Pakai Pawang, 1,4 Ton Garam Ditebar Cegah Hujan saat MotoGPFoto hanya ilustrasi. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Sahdan yang dikonfirmasi IDN Times, Sabtu (20/3/2022) menyebutkan pada hari ini, Minggu (20/3/2022) akan dilakukan penebaran garam di awan sebanyak dua sorti penerbangan.

Masing-masing sorti penerbangan akan ditebar 700 kg garam. Sehingga garam yang akan ditabur sebanyak 1.400 kg atau 1,4 ton.

"Hari ini dua kali sorti penerbangan masing-masing 700 kg atau 1,4 ton," ungkap Sahdan.

Baca Juga: Marc Marquez Terpental Dua Kali di Tanah Sengketa Sirkuit Mandalika

2. Cuaca di kawasan Mandalika aman

Selain Pakai Pawang, 1,4 Ton Garam Ditebar Cegah Hujan saat MotoGPPawang hujan Rara Isti Wulandari (IDN Times/Gregorius Aryodamar)

Sahdan mengatakan kondisi cuaca di kawasan Mandalika pada Sabtu (20/3/2022) cukup cerah. Namun, akan tetap dilakukan modifikasi cuaca untuk mencegah turunnya hujan saat race di Sirkuit Mandalika.

elain melakukan modifikasi cuaca untuk mencegah hujan lebat di kawasan Mandalika, ada juga yang memanfaatkan jasa pawang hujan.

"Mungkin ITDC pakai pawang hujan. Tapi saya tidak mengetahui. Kalau saya dari sisi teknologi modifikasi cuacanya," tandas Sahdan.

Sementara itu, pawang hujan Rara Isti Wulandari sudah melakukan ritual. Di luar sirkuit, Rara membuat galian setinggi betis orang dewasa kemudian meletakkan sesajen di tengahnya.

Rara juga melakukan ritual di dalam sirkuit. Tujuannya agar selama balapan berlangsung, dia bisa memodifikasi dan mengusir hujan dari langit Sirkuit Mandalika menggunakan kesaktiannya.

3. Telah tebar 4,5 ton garam

Selain Pakai Pawang, 1,4 Ton Garam Ditebar Cegah Hujan saat MotoGPKepala Pelaksana BPBD NTB Sahdan saat mengecek pesawat Casa 212-200 di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Dok. BPBD NTB)

Mantan Kepala Dinas PUPR NTB ini menjelaskan modifikasi cuaca telah dilakukan sejak 17 Maret lalu. Selama tiga hari, sejak 17 - 19 Maret, sudah ditebar 4,5 ton garam.

Pada Kamis, 17 Maret, ditebar satu sorti penerbangan sebanyak 700 kg. Selanjutnya pada Jumat, 18 Maret, dua sorti penerbangan sebanyak 14 ton. Sedangkan pada Sabtu, 19 Maret, tiga sorti penerbangan masing-masing 800 kg garam. Atau garam yang ditebar sebanyak 2,4 ton.

Panitia pelaksanaan event MotoGP di Mandalika nampaknya sudah menggunakan kekuatan dari semua lini untuk mencegah terjadinya hujan badai saat race berlangsung. Penggunaan modifikasi cuaca oleh BNPB dan penggunaan jasa pawang hujan dianggap sebagai upaya maksimal dari pengelola sirkuit untuk menghalau hujan demi kelancaran MotoGP Mandalika.

Baca Juga: Ini Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika 

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya