Polisi Usut Kematian Keluarga Pelatih Valencia di Labuan Bajo

- Polisi usut kecelakaan kapal wisata yang menewaskan keluarga pelatih tim Valencia CF.
- Dugaan kelalaian jadi fokus penyidikan, termasuk penyitaan dokumen kapal dan persiapan gelar perkara.
- Operasi pencarian korban masih nihil meski intensif dilakukan dengan 58 personel dan 11 kapal.
Kupang IDN Times - Polisi kini memeriksa sejumlah saksi-saksi terkait kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah di Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menewaskan satu anggota keluarga pelatih tim wanita B Valencia CF, Fernando Martín Carreras.
Kapal ini mengalami kecelakaan pada 26 Desember lalu dengan 11 penumpang termasuk empat anak buah kapal dan seorang pemandu wisata. Saat ini masih tiga warga Spanyol itu yang belum ditemukan termasuk Fernando Martín Carreras. Operasi pencarian pun akan berakhir pada Minggu (4/12/2025).
1. Dugaan kelalaian menyebabkan kematian

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, menyatakan pihaknya sudah mulai mengusut penyebab kecelakaan hingga berujung dengan tragedi duka tersebut. Menurutnya penyidikan kini fokus pada dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian.
"Penyidik Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat telah periksa saksi, termasuk awak kapal dan pihak operasional. Kami kumpulkan keterangan serta dokumen sebagai alat bukti," ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
2. Polisi menyita dokumen kapal

Dalam pemeriksaan lanjutan sejak Jumat (2/1/2026) pun sudah encakup pihak terkait lainnya serta penyitaan dokumen kapal, serta persiapan gelar perkara.
"Penetapan tersangka baru dilakukan jika bukti cukup. Semua proses profesional dan objektif untuk beri kepastian hukum bagi korban serta keluarga," tegasnya lagi.
Henry menegaskan penegakan hukum ini jadi pembelajaran bersama agar pelaku usaha wisata laut utamakan keselamatan di atas segalanya.
3. Pencarian masih nihil

Operasi SAR pun terus intensif dilakukan. Tim gabungan 58 personel kerahkan 11 kapal untuk penyisiran luas di pulau-pulau sekitar Padar, penyelaman, serta gunakan peralatan sonar (Disnav dan Hidronav) Ditpolairud Polda NTT plus drone thermal.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC, Fathur Rahman, menyebut pencarian masih berlangsung dan beberapa hari terakhir masih nihil.
"Fokus penyisiran permukaan laut dan bawah air, termasuk KN Puntadewa 250 yang cover 15,4 NM, serta sea rider KSOP, Lanal, dan Pos SAR," terangnya.


















