Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aksi Heroik Ayah di NTT: Berkorban Nyawa demi Selamatkan Sang Buah Hati di Laut

ilustrasi tenggelam (unsplash.com/Cristian Palmer)
ilustrasi tenggelam (unsplash.com/Cristian Palmer)
Intinya sih...
  • Fransiskus Manda tewas setelah menyelamatkan anaknya dari tenggelam di Pantai Mbuli, NTT.
  • Gelombang tinggi menyebabkan anak Fransiskus tenggelam, dan operasi pencarian melibatkan 60 nelayan dan tim rescue.
  • BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi di perairan selatan NTT, sehingga wisatawan diminta untuk selalu waspada.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Liburan tahun baru keluarga Fransiskus Manda (40) berubah menjadi masa berduka. Ayah asal Desa Kerang Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) kehilangan nyawa usai aksi heroik menyelematkan sang anak yang tenggelam di Perairan Pantai Mbuli.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (1/1/2026) saat Fransiskus bersama keluarganya berlibur ke pantai tersebut. Jasadnya sempat hilang dan baru ditemukan pada Jumat pagi (2/1/2026). Petugas pun telah membawa jasad Fransiskus ke rumah duka.

1. Ada gelombang tinggi

ilustrasi gelombang tinggi di laut Kepulauan Ryuku (unsplash.com/Lena Bauermeister)
ilustrasi gelombang tinggi di laut Kepulauan Ryuku (unsplash.com/Lena Bauermeister)

Mulanya Fransiskus bersama sang anak sama-sama berenang untuk menikmati liburan Tahun Baru mereka. Keduanya masuk ke laut sekitar pukul 15.30 WITA. Tiba-tiba gelombang tinggi datang sekitar pukul 16.00 WITA hingga menyebabkan anaknya tenggelam.

Fransiskus juga diterpa gelombang namun berhasil menyelamatkan anaknya hingga anaknya berhasil mencapai tepi pantai dalam kondisi selamat. Namun Fransiskus sendiri tak bisa mencapai tepi pantai.

"Ia sendiri diduga kehabisan napas dan tenggelam akibat ombak yang ganas saat itu," jelas Fathur Rahman selaku Kepala Basarnas Maumere, dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

2. Aparat desa hingga 60 nelayan turut mencari korban

IMG_20260102_115807.jpg
Warga turut membantu pencarian ayah di Ende yang tenggelam usai selamatkan anaknya. (Dok Basarnas Maumere)

Informasi tenggelamnya Fransiskus diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere pada pukul 18.55 WITA atau pada malam harinya. Tim rescue pun langsung dikerahkan dengan membawa kapal rubber boat dan peralatan selam.

Operasi SAR dimulai Kamis pagi (2/1/2025) pukul 06.00 WITA dan hanya dalam waktu singkat, tepatnya pada pukul 07.40 WITA, tim berhasil menemukan jenazah Fransiskus melalui penyelaman di lokasi kejadian.

"Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka," jelas dia.

Operasi ini melibatkan tim SAR gabungan dengan kekuatan besar dari masyarakat setempat. Total ada puluhan personel yang bahu-membahu mencari korban, termasuk 3 aparat Desa Mbuli Waralau, 1 Camat Kecamatan Wolowaru, 2 Babinsa Wolowaru, 3 personel Polsek Wolowaru, hingga 60 nelayan dan warga setempat.

3. Selalu waspada

IMG-20260102-WA0006.jpg
Warga turut membantu pencarian ayah di Ende yang tenggelam usai selamatkan anaknya. (Dok Basarnas Maumere)

Dalam prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi gelombang tinggi di perairan selatan NTT pada periode akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 yaitu 1,25–4 meter. Gelombang ini berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, dipicu oleh dinamika atmosfer seperti bibit siklon tropis dan angin kencang musiman.

Fathur mengingatkan agar wisatawan tetap waspada terutama saat liburan di pantai dan terus memperhatikan kondisi cuaca. Pihaknya juga menyampaikan belasungkawa atas apa yang menimpa keluarga korban.

"Selalu prioritaskan keselamatan dan periksa prakiraan cuaca BMKG, jangan berenang sendirian," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

Aksi Heroik Ayah di NTT: Berkorban Nyawa demi Selamatkan Sang Buah Hati di Laut

02 Jan 2026, 20:55 WIBNews