Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

ITDC Catat Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2025 Capai Rp4,96 Triliun

IMG_20251005_150115_276.jpg
Balapan utama MotoGP Mandalika, Minggu (5/10/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Sepanjang 2025, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyelenggarakan berbagai event nasional dan internasional di kawasan-kawasan pariwisata yang dikelola, meliputi The Mandalika, NTB, The Golo Mori NTT dan The Nusa Dua Bali, maupun kawasan Danau Toba Sumatera Utara.

Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar mengatakan dampak penyelenggaraan berbagai event itu tercermin dari peningkatan kunjungan wisatawan, tingkat hunian akomodasi, keterlibatan UMKM, serta penyerapan tenaga kerja lokal, sebagaimana tercatat dalam kajian dampak ekonomi yang dilakukan selama periode penyelenggaraan event.

Salah satu capaian terbesar berasal dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2025. ITDC mencatat dampak ekonomi secara nasional dari event balap motor paling bergengsi di dunia itu mencapai Rp4,96 triliun.

"Penyelenggaraan event sepanjang tahun 2025 berorientasi pada penguatan ekonomi kawasan dan daerah. Event tidak hanya sebagai sarana promosi destinasi, tetapi juga instrumen strategis untuk menggerakkan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan,” kata Fajar, Jumat (2/11/2026).

1. Pencapaian terbesar event MotoGP Mandalika 2025

IMG_20251004_153732_260.jpg
Penonton MotoGP Mandalika usai menyaksikan sprint race MotoGP pada Sabtu, 4 Oktober 2025. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Salah satu capaian terbesar berasal dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dihadiri 140.324 penonton. Angka ini, kata dia, melonjak 15,7% dibanding tahun sebelumnya.

Selama gelaran MotoGPTM berlangsung, tingkat hunian hotel di The Mandalika mencapai 100%, sementara tingkat hunian hotel di Kota Mataram berada pada kisaran 90%. "Event ini turut menciptakan multiplier effect ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun," sebut Fajar.

Dia juga menyebutkan event itu melibatkan lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal dengan 67% diantaranya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Kemudian menggerakkan lebih dari 600 UMKM lokal di sekitar kawasan, ditambah 202 UMKM kuliner dan kerajinan yang terlibat langsung dalam rangkaian event. Selain itu, MotoGP Mandalika 2025 menjadi magnet angkutan udara dengan 44 extra flights ke NTB selama periode penyelenggaraan.

2. Destinasi wisata premium The Golo Mori NTT

IGMJ 2025 di kawasan The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Sabtu malam (12/4/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)
IGMJ 2025 di kawasan The Golo Mori, Manggarai Barat, NTT, Sabtu malam (12/4/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara di NT, event International Golo Mori Jazz 2025 menegaskan posisi kawasan sebagai destinasi premium berkelas internasional. Kajian mencatat rata-rata pengeluaran pengunjung sekitar Rp2,9 juta per orang per hari, di dominasi wisatawan luar daerah, dengan puluhan UMKM dan lebih dari 80% tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat.

Dia mengatakan pengembangan The Golo Mori tidak hanya bergantung pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada nilai ekonomi dan kualitas konsumsi wisatawan. Sementara itu, penyelenggaraan Golo Mori Sunset Run 2025 mencatat 1.282 peserta, melebihi target, dengan 85,7% peserta menyatakan keinginan kembali berkunjung.

"Investasi event senilai Rp259 juta menghasilkan dampak ekonomi Rp447 juta, dengan rasio multiplier effect 2,1, yang berarti setiap Rp1 investasi menciptakan Rp2,1 nilai ekonomi bagi masyarakat lokal," kata dia.

3. Dampak event di The Nusa Dua dan Danau Toba

461770db-46bd-49ce-8c41-f817546eee52.jpeg
Shaun Torrente menjuarai sprint race sesi 2 F1H2O Danau Toba (dok.F1H2O)

Di The Nusa Dua, Bali, event The Nusa Dua Festival 2025 berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif dan UMKM, melalui peningkatan pendapatan tenant, pelaku seni, dan industri kreatif. Festival ini menggerakkan sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan industri kreatif, yang menyumbang lebih dari 20% Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali, sekaligus memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi event internasional.

Fajar menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan event di berbagai kawasan tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara ITDC, pemerintah pusat dan daerah, komunitas lokal, serta pelaku industri pariwisata. Pendekatan kolaboratif ini memastikan setiap event dirancang sesuai karakter kawasan, berorientasi pada keberlanjutan, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar.

"ITDC juga secara konsisten menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan event, mulai dari pengelolaan lingkungan, pemberdayaan UMKM, hingga peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal,” tambahnya.

Sementara di Danau Toba, penyelenggaraan Aquabike World Championship dan F1 Powerboat World Championship mendorong peningkatan omzet pelaku usaha lokal, dengan tingkat hunian hotel berkisar 70–90% selama event. Event ini turut menambah jam kerja tenaga lokal serta membuka peluang baru di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, dan jasa pariwisata, sekaligus memperkuat transaksi domestik dan pendapatan asli daerah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

WNA Prancis Residivis Kasus Narkoba Ditangkap di Lombok Utara

03 Jan 2026, 09:39 WIBNews