Tim SAR Ungkap Jasad yang Ditemukan Adalah Pelatih Valencia

- Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dua korban lainnya dengan metode penyisiran sesuai arah arus permukaan yang menuju ke daerah tersebut.
- Temuan jasad korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah dievakuasi dan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.
- Operasi pencarian hari kesepuluh melibatkan 160 personel dari puluhan instansi, termasuk Basarnas Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, KSOP, Polairud, Lanal, BTNK, P3KOM, BPBD, Imigrasi, hingga penyelam profesional dari berbagai lembaga.
Kupang, IDN Times - Tim SAR Gabungan mengumumkan jasad yang telah ditemukan pagi ini, Minggu (4/1/2026), adalah pelatih tim B sepak bola wanita klub Valencia, Fernando Martin Carreras. Kepastian identitas korban berdasarkan hasil forensik terhadap temuan jasad oleh kepolisian dan RSUD Labuan Bajo.
"Bahwa memang betul itu adalah salah satu korban dari KM Putri Sakinah yang tenggelam pada 26 Desember 2025. Dari hasil identifikasi yang disampaikan yaitu atas nama Fernando Martin, berjenis kelamin laki-laki, dengan umur 44 tahun, " ungkap Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman.
Table of Content
1. Pencairan masih berlanjut

Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan operasi pencarian terhadap dua korban yang masih usai temuan ini. Metode penyisiran masih menyesuaikan dengan arah arus permukaan yang menuju ke daerah tersebut. Semua penyelam dan alat-alat canggih juga dikerahkan termasuk menggunakan sistem sonar.
"Pencarian dilanjutkan sesuai rencana dan sesuai dengan titik temuan korban tadi," ungkap Fathur.
Tantangan pencarian di lapangan sampai dengan hari kesepuluh ini adalah arus permukaan dan arus bawah laut yang cukup deras. Hal ini menyulitkan tim mencari keberadaan korban.
2. Temuan oleh Ditpolairud Polda NTT

Tim SAR gabungan diketahui menemukan satu jasad korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah ditemukan pada Minggu pagi (4/1/2026) pukul 08.47 WITA.
"Temuan ini oleh tim RIB KPJ 2007 Ditpolairud Polda NTT di koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E, sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kapal karam (LKK)," ungkapnya.
Jasad tersebut ini langsung dievakuasi ke KN SAR Puntadewa, kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk identifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.
3. 160 personel terlibat pencarian

Operasi hari kesepuluh ini melibatkan 160 personel dari puluhan instansi, termasuk Basarnas Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, KSOP, Polairud, Lanal, BTNK, P3KOM, BPBD, Imigrasi, hingga penyelam profesional dari Gahawisri, Alexa Phinisi, Wetfrog Dive, Scuba Republic, dan lainnya. Seluruhnya didukung 18 unit kapal termasuk KN SAR Puntadewa, RIB Pos SAR, speed boat swasta seperti Reveira, Waikiko, GT-1, Pinguin, Salwa serta peralatan SAR canggih seperti seabob, 2D-sonar, tactical diver thruster, scooter Bonex, drone underwater SRV-8, multi beam sonar dari ITB Bandung dan Distrik Navigasi Kupang, drone thermal, serta Starlink untuk komunikasi.
Tim SAR Gabungan sebelumnya telah menemukan satu jenazah perempuan pada Senin pagi (29/12/2025) yang diidentifikasi sebagai keluarga Fernando Martin. Jenazah tersebut ditemukan di perairan utara Pulau Serai sekitar pukul 06.05 WITA oleh warga setempat.
Kecelakaan kapal wisata ini terjadi Jumat malam (26/12/2025) saat kapal mengalami mati mesin dan diterjang gelombang tinggi ketika akan menuju Pulau Komodo. Tujuh penumpang selamat, termasuk istri Fernando Martin dan satu putrinya yang kini mendapat pendampingan penuh. Sementara Fernando dan tiga anaknya hilang pasca kapal wisata tersebut tenggelam.

















