Kapal Pesiar Terbesar Singgah di Lombok, Angkut 4.684 Wisman

Mataram, IDN Times - Salah satu kapal pesiar terbesar di dunia, Ovation Of The Seas milik Royal Caribbean singgah di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (2/1/2026) pukul 07.55 WITA. Kapal pesiar itu mengangkut sebanyak 4.684 wisatawan mancanegara (Wisman).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut ribuan penumpang kapal pesiar Ovation Of The Seas yang turun dari kapal pesiar untuk mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Pulau Lombok. Kapal pesiar dengan panjang 348 meter itu dijadwalkan meninggalkan Pelabuhan Gili Mas pukul 23.00 WITA.
1. Kapal pesiar terbesar pertama yang singgah di Lombok tahun 2026

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kapal pesiar Ovation Of The Seas merupakan kapal pesiar pertama yang singgah di Pulau Lombok. Dia mengatakan kapal pesiar itu milik Royal Caribbean yang merupakan salah satu kapal pesiar terbesar di dunia.
"Ini kapal pesiar pertama yang singgah di Pelabuhan Gili Mas Pulau Lombok tahun 2026. Jadi saya menyambut, wisatawan pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Lombok, turun dari kapal pesiar. Kapal ini milik Royal Caribbean, dengan membawa lebih dari 4.000 penumpang," kata Iqbal.
2. Penyebab wisatawan kapal pesiar tidak bermalam di Lombok

Iqbal mengatakan para wisman yang dibawa kapal pesiar yang singgah di Lombok belum bisa bermalam akibat sejumlah faktor. Di antaranya, tidak banyak atraksi yang bisa dilihat oleh para wisatawan kapal pesiar. Selain itu, akomodasi perhotelan yang masih terbatas.
"Jadi mereka tidak tingal semalam atau dua malam. Tapi pada umumnya mereka datang pagi, kemudian sore berangkat lagi. Karena memang tidak banyak atraksi yang bisa dilihat dan akomodasi untuk 4.000 orang sekaligus datang bersamaan di satu kawasan," kata dia.
Sehingga, hal ini menjadi salah satu persoalan yang dipikirkan ke depannya. Supaya para wisatawan mancanegara yang menggunakan kapal pesiar tinggal lebih lama di Pulau Lombok.
"Karena harapan kita sebetulnya, dampak ekonominya lebih besar, mereka stay (tinggal) satu mala, dua malam di Lombok," jelas Iqbal.
3. Kunjungan wisatawan kapal pesiar naik 10 persen

Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu mengatakan sudah berkomunikasi dengan dua operator kapal pesiar di Singapura. Salah satu yang dibicarakan soal lama tinggal wisatawan kapal pesiar selama berada di Lombok.
"Problemnya memang akomodasinya tidak tersedia dengan jumlah wisatawan yang begitu besar untuk menampung dalam satu malam," jelasnya.
Apalagi Pelabuhan Gili Mas lokasinya lumayan jauh dari destinasi wisata Senggigi Lombok Barat, Kota Mataram dan Mandalika Lombok Tengah. Pada tahun 2025, kata dia, terjadi peningkatan jumlah penumpang kapal pesiar di Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat sekitar 10 persen.
Pada 2025, jumlah kapal pesiar yang singgah di Pelabuhan Gili Mas sebanyak 24 kapal. Pada tahun ini jumlahnya naik tipis sebanyak 25 kapal pesiar.


















