Sementara, Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Bastian Andarino menjelaskan pada dasarian I Oktober 2024 atau 1 - 10 Oktober 2024, sebagian wilayah NTB berpotensi terjadi hujan dengan katagori rendah yaitu 20 - 50 mm/dasarian dengan probabilitas 10 - 70 persen.
Terdapat potensi hujan di wilayah NTB dengan katagori sedang yaitu 50 - 100 mm/dasarian di sebagian wilayah Lombok Barat bagian utara dengan probabilitas 10 - 20 persen.
Berdasarkan monitoring, analisis dan prediksi curah hujan dasarian, terdapat indikasi kekeringan meteorologis sebagai dampak dari kejadian hari kering berturut-turut dengan potensi waspada, siaga dan awas di sejumlah wilayah NTB.
Untuk level waspada di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima.Kemudian level siaga dk Kecamatan Dompu, Huu, Kilo dan Woja kabupaten Dompu. Selanjutnya, Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah, Kecamatan Sambelia Lombok Timur, Kecamatan Alas, Labuhan Badas, Moyo Utara, Rhee dan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa serta kecamatan Poto Tano Sumbawa Barat.
Sedangkan wilayah yang masuk level awas kekeringan meteorologis yaitu Kecamatan Sotomandi Kabupaten Bima, Kecamatan Sekotong Lombok Barat dan Kecamatan Suela Lombok Timur.
Dikatakan, curah hujan di seluruh wilayah NTB pada dasarian III September 2024 secara umum berada pada kategori rendah yaitu 0 - 50 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian III September 2024 di wilayah NTB bervariasi dari kategori bawah normal hingga atas normal. Curah hujan tertinggi di pos hujan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa sebesar 117 mm/dasarian.
Sedangkan monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB secara umumnya berada pada kategori Sangat Panjang (31 – 60 hari). HTH terpanjang tercatat di Pos Hujan Perigi, Kecamatan Swela, Kabupaten Lombok Timur selama 114 hari.