Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kunjungan Wisatawan ke DPSP Mandalika Masih Kalah dari Gili Trawangan
Wisatawan berkunjung ke Gili Trawangan menggunakan public boat dari Pelabuhan Bangsal Lombok Utara. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Berstatus sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia, kunjungan wisatawan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah masih kalah dengan wisata lainnya. Kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena) di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) jauh lebih banyak dari Mandalika.

Pemda Lombok Utara mencatat kunjungan wisatawan ke Gili Tramena pada 2023 ini telah mencapai 800 ribu orang. Sementara kunjungan wisatawan ke DPSP Mandalika, hanya ramai pada saat gelaran event MotoGP dan WSBK.

Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB mengakui kunjungan wisatawan ke DPSP Mandalika masih kalah dari Gili Trawangan. Hal itu disebabkan sejumlah faktor, salah satunya akses wisatawan yang masih sulit masuk ke Sirkuit Mandalika sebagai ikon DPSP Mandalika.

1. Akses masuk kawasan Sirkuit Mandalika sulit

Sirkuit Mandalika dengan pemandangan Pantai Seger. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kepala Dispar Provinsi NTB Jamaluddin Maladi mengatakan telah berbicara dengan Direktur Operasi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Warokka terkait persoalan ini.

Menurut Jamaluddin, wisatawan yang berkunjung ke Lombok, baik wisatawan domestik dan mancanegara sebenarnya ingin melihat langsung Sirkuit Mandalika.

"Memang banyak wisatawan yang datang ke Lombok tetap kepingin ke Mandalika. Tapi begitu sampai ke sana, gak bisa masuk. Aksesnya kan gak bisa," terang Jamaluddin dikonfirmasi di Mataram, Senin (11/12/2023).

Ketika ada wisatawan yang ingin masuk ke kawasan Sirkuit Mandalika, harus bersurat ke Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sebagai pengelola Sirkuit Mandalika. Itu pun, kata Jamaluddin, wisatawan hanya diberikan akses menikmati Sirkuit Mandalika dari Bukit Jokowi.

"Tapi masa kita bersurat terus. Sementara Mandalika ini DPSP," kata Komandan Lapangan MotoGP Mandalika 2023 ini.

2. Berpotensi meningkatkan penerimaan ITDC dan MGPA

Pemandangan Sirkuit Mandalika dari Bukit Jokowi (IDN Times/Muhammad Nasir)

Jamaluddin mengatakan selama ini wisatawan hanya bisa menikmati Mandalika dengan berfoto di depan sirkuit. Tetapi tidak bisa masuk langsung ke dalam sirkuit. Akibatnya, banyak pedagang asongan yang berjualan dan bus-bus berjejer di pinggir jalan.

Menurutnya, ITDC dan MGPA perlu menyiapkan tempat bagi pedagang asongan di dalam area Sirkuit untuk berjualan. Kemudian, wisatawan diberikan akses masuk ke kawasan Sirkuit Mandalika meskipun harus ada tiket masuk yang dikeluarkan.

Selain mendapatkan pemasukan dari parkir, ITDC dan MGPA juga bisa mendapatkan pemasukan dari tiket masuk wisatawan ke dalam sirkuit. Karena menurut Jamaluddin, wisatawan yang datang ke Mandalika ingin foto-foto di dalam sirkuit.

"Daripada nunggu event MotoGP sekali setahun. Ini bagus. Karena Mandalika ini dibangun dengan dana Rp2,5 triliun, terus gak ada orang datang. Sekarang ITDC lagi membuat aturannya. Tahun 2024, akan dibuka untuk umum. Kayak orang masuk Borobudur, tinggal diatur saja," katanya.

3. ITDC akan bangun dermaga di Mandalika

Kawasan Pantai Kuta Mandalika Lombok Tengah. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, faktor penyebab wisatawan belum banyak berkunjung ke DPSP Mandalika karena persoalan akses transportasi laut. Menyikapi persoalan ini, ITDC akan membangun dermaga di Mandalika, sehingga akses wisatawan dari Banyuwangi, Bali dan Labuan Bajo ke DPSP Mandalika semakin mudah.

Wisatawan yang menggunakan kapal cepat dapat langsung ke DPSP Mandalika dengan adanya dermaga di sana. Bahkan, kata Jamaluddin, jika ada dermaga di Mandalika, wisatawan yang menggunakan kapal pesiar juga akan semakin mudah.

"Kedepannya bisa Mandalika ini mengalahkan kunjungan ke kawasan tiga Gili kalau dikelola dengan baik," terangnya.

Tahun ini, Pemprov NTB menargetkan angka kunjungan wisatawan sebanyak 2 juta orang, baik wisatawan domestik dan mancanegara. Sampai bulan Oktober, angka kunjungan wisatawan ke NTB telah mencapai 1,8 juta orang.

Editorial Team

Related Article