Kebakaran di Bima Menembus 44 Kasus dalam Tujuh Bulan Terakhir

Bima, IDN Times - Bencana kebakaran rumah dan bangunan yang terjadi di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama tujuh bulan terakhir dari Januari-Juli mencapai 44 kasus.
Dari bencana alam ini, tercatat satu korban tewas terbakar dan 4 orang lainnya terluka.
"Peristiwa itu terjadi saat kebakaran satu unit rumah permanen di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi pada akhir Juni lalu," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bima Rifa'i, Sabtu (5/8/2023).
1. Estimasi kerugian sebesar Rp4 miliar lebih

Menurut Rifa'i, puluhan kasus kebakaran ini menyebabkan kerugian sebesar Rp4 miliar lebih. Perkiraan angka tersebut dari kalkulasi kerugian bangunan hingga barang berharga milik para korban yang tidak berhasil diselamatkan.
"Lumayan tinggi kerugian para korban. Estimasi kerugian yang kami hitung sekitar Rp4 miliar lebih," bebernya.
2. Dominasi dipicu korsleting listrik

Sementara itu, bencana kebakaran di Bima sebagian besar dipicu akibat dari peristiwa korsleting listrik masyarakat. Selain itu juga disebabkan ledakan gas LPG dan pembakaran sampah yang menjalar dan membakar rumah korban.
"Mayoritasnya disebabkan korsleting listrik. Kalau dipicu ledakan gas LPG dan pembakaran sampah, hanya sebagian kecil aja," beber Rifa'i.
3. Para korban diberikan bantuan

Terhadap kerugian para korban ini, Rifa'i mengaku semuanya telah dilaporkan ke pemerintah daerah (Pemda). Mereka langsung ditangani usai kejadian dengan diberikan bantuan tanggap darurat dan bantuan sosial (Bansos).
"Jadi tidak ada yang tidak dibantu oleh Pemda, semuanya diberikan bantuan. Itu belum termasuk bantuan dari swadaya masyarakat sekitar," tandasnya.



















