Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam enam hari ke depan. Berdasarkan hasil analisis BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok, diprakirakan akan terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB pada periode 3 hingga 8 Maret 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok Satria Topan Primadi, Selasa (3/3/3026) menjelaskan saat ini, dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas yang signifikan di sekitar wilayah NTB. Beberapa indikator utama penyebab peningkatan potensi cuaca ekstrem, antara lain adanya Bibit Siklon Tropis ‘90s’ di Samudra Hindia sebelah selatan PUlau Jawa dan Bibit Siklon Tropis ‘93s’ di Samudera Hindia sebelah barat Australia.
Faktor lainnya penyebab peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTB. Yaitu, aktifnya gelombang atmosfer seperti MJO, Low Frequency dan Kelvinbdi wilayah NTB. Kemudian adanya perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB. Selain itu, kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai ketinggian serta labilitas atmosfer yang kuat yang mendorong pembentukan awan hujan secara massif.
Selain hujan lebat, terdapat pula potensi gelombang tinggi di wilayah perairan NTB. Topan mengatakan pada 3 – 5 Maret 2025, gelombang dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumbawa, dan Samudera Hindia Selatan NTB.
Kemudian gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.5 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian Utara, Perairan Utara Pulau Sumbawa Selat Sape bagian Utara, Selat Sape bag, Selatan, Perairan Utara Pulau Sumbawa.
Sedangkan pada 6 – 9 Maret 2025, gelombang tinggi dengan kategori 2.5 – 4.0 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumbawa, Perairan Utara Sumbawa, Perairan Utara Lombok dan Samudera Hindia Selatan NTB. Sementara gelombang dengan ketinggian 1.25 – 2.5 meter diprakirakan terjadi di Selat Lombok bagian Utara, Perairan Selat Sape bagian Utara, Selat Sape bagian Selatan.