Comscore Tracker

Kepala Seorang Pelajar di Bima Dipanah oleh Tiga Orang Misterius

Polisi sedang memburu tiga pelaku

Bima, IDN Times - Kasus pemanahan misterius kembali terjadi di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban pemanahan kali ini adalah seorang pelajar inisial AS yang masih berusia 15 tahun.

Akibat dipanah oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut, AS menderita luka bocor di bagian kepala hingga mengenai tengkorak. Hingga kini, korban masih sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Bima.

1. Dipanah saat duduk di pinggir jalan

Kepala Seorang Pelajar di Bima Dipanah oleh Tiga Orang MisteriusIlustrasi busur dan anak panah. (Dok. Istimewa)

Kapolsek Lambu Iptu Ruhdin mengatakan, kejadian mengenaskan itu terjadi pada Sabtu malam (1/10/2022). Bermula saat AS sedang pulang seorang diri dari lahan kebun milik orang tuanya.

"Dari kebun, korban lalu istirahat sejenak di cabang empat Desa Sumi," ungkap dia yang dikonfirmasi, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Bangun Klinik, Oknum Dokter di Bima Diduga Tipu Temannya Rp175 Juta

2. Setelah lepas panah, pelaku langsung kabur

Kepala Seorang Pelajar di Bima Dipanah oleh Tiga Orang MisteriusIlustrasi tersangka (IDN Times/Mardya Shakti)

Tidak lama setelah duduk seorang diri, AS tiba-tiba dihampiri oleh tiga OTK yang saat itu bonceng tiga menggunakan motor. Tanpa basa-basi, satu di antara pelaku langsung melepas anak panah ke arah korban hingga mengenai kepalanya di bagian belakang.

"Setelah melepas anak panah, tiga orang pelaku tersebut langsung melarikan diri," ungkap Ruhdin.

3. Korban dilarikan ke RSUD Bima

Kepala Seorang Pelajar di Bima Dipanah oleh Tiga Orang Misteriusilustrasi pasien dirawat di rumah sakit (pexels.com/rawpixel)

Masyarakat sekitar yang melihat kejadian berupaya mengejar pelaku, namun tidak berhasil. Sedangkan sebagian lainnya bergegas membawa korban ke Puskesmas Lambu untuk mendapat perawatan medis.

"Karena luka bocor kepalanya cukup parah hingga mengenai tengkorak, oleh keluarga langsung membawa korban ke RSUD Bima," terangnya.

Ruhdin mengatakan bahwa kini kondisi wilayah setempat pascakejadian terpantau aman dan kondusif. Untuk mengungkap OTK itu, pihaknya tengah melakukan penyelidikan sekaligus koordinasi dengan sejumlah pemerintah desa di Kecamatan Lambu.

Baca Juga: Nakes Bima : Jadi Selingkuhan Pejabat Dulu, Biar Punya Bekingan!

Topic:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya